HEADLINE >> Kesehatan >> Regional

Dinas Pertanian Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Berpenyakit di 9 Kecamatan

IM.com – Meski secara umum dinyatakan sehat dan aman, namun ada beberapa hewan kurban yang tak layak masih dijual di beberapa lapak pedagang. Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menemukan masih ada beberapa kambing dan sapi yang dijual di 9 kecamatan yang terinfeksi penyakit.

Beberapa jenis penyakit yang menginfeksi hewan kurban tersebut di antaranya pink eye, testis tunggal, scabies atau penyakit kulit, orf, ISPA dan diare. Enam jenis penyakit tersebut ditemukan selama sidak hewan kurban yang digelar Dinas Pertanian dalam 7 hari terakhir.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, masih marak sapi dan kambing yang tak layak untuk kurban di lapak para pedagang. Selain belum cukup umur, banyak hewan kurban tak layak karena terjangkit beragam penyakit.

“Sebagian hewan kurban berasal dari Mojokerto. Penyakit itu memang tidak menular ke manusia, tapi kami tetap minta tidak dijual,” kata Kepala Pertanian Kabupaten Mojokerto Suliestyawati kepada wartawan usai memeriksa hewan kurban di Perumahan Pondok Teratai, Desa/Kecamatan Sooko, Rabu (7/8/2019).

Adapun sembilan kecamatan yang terdeteksi terdapat lapak masih menjual hewan kurban berpenyakit yakni Pungging, Dlanggu, Trowulan, Gondang, Mojosari, Jatirejo, Puri, Gedeg dan Jetis.

“Yang terkena penyakit itu tidak memenuhi syarat jadi hewan kurban. Kami sudah beri pengobatan langsung,” tutur Sulestyawati.

Selain terjangkit penyakit, petugas juga menemukan sapi yang belum cukup umur di lapak milik Soleh, Perumahan Pondok Teratai. Petugas pun meminta kepada pedagang agar tidak menjual sapi tersebut untuk kurban.

 “Supaya dipelihara dulu, baru dijual untuk kurban tahun depan saja,” ujar Suliestyawati.

Selama 7 hari terakhir, petugas telah memeriksa kambing dan sapi yang dijual oleh 45 pedagang hewan kurban. Jumlah hewan kurban yang diperiksa meliputi 1.300 kambing, 276 sapi dan 191 domba. (Baca: Kadis Pertanian Kabupaten Mojokerto Pastikan Hewan Kurban Sehat).

“Hari ini tambahan sapi ras limosin, madura dan semental sebanyak 60 ekor sapi, 300 ekor sapi dan 150 ekor dompek. Semua sehat dan gemuk,” ungkap Suliestyawati.

Ia menambahkan, harga hewan kurban di Kabupaten Mojokerto beragam. Kambing kurban dijual Rp 2,5 juta sampai Rp 6 juta per ekor. Sementara sapi dibanderol Rp 17 juta hingga Rp 38 juta per ekor.

“Kami berharap para pedagang menjual sapi dan kambing untuk kurban jenis yang sehat, cukup umur, tidak cacat dan layak dikonsumsi masyarakat,” demikan Kepala Dinas Pertanian. (im)

Berita Terkait

Komentar