SOSOK

Duta Baca Anak 2018, Agnesya Eka Puspita Sehari Baca Lima Buku

IM.com – Agnesya Eka Puspita (13 tahun), Siswi kelas VII – SMPN 1 Ngoro itu dinobatkan sebagai Duta Baca Kategori Anak Kabupaten Mojokerto, Predikat itu diraihnya Agnes, sapaan akrabnya, setelah Juara I Pemilihan Duta Baca Anak dan Remaja Kabupaten Mojokerto 2018.

Agnes punya hobi membaca dan menyanyi itu, sejak tampil terbilang mampu memukau penonton maupun dewan juri. Dari persaingan ketat di grand final yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di kawasan Jabon Sabtu (22/11-2018) itulah, akhirnya putri sulung pasangan Tri Mulyono dan Khuswatun Hasanah iterpilih Juara I dan menjadi Duta Baca di kategori anak-anak.

“Dalam sehari saya sudah terbiasa membaca novel atau cerpen. Saya bisa menyelesaikan antara 2 – 5 buku. Tetapi saya juga tetap fokus pada buku-buku materi pelajaran dulu. Waktu luang yang saya gunakan untuk membaca buku selain pelajaran di sekolah,” ungkap Agnes yang rumahnya di Dusun Sidorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro.

Siswi kelahiran Mei 2005 ini, juga sudah pernah menulis di sebuah buku dan sudah diterbitkan. Bukunya berjudul “Kumpulan Puisi Akrostik”. Buku itu merupakan hasil karya program literasi di SMPN 1 Ngoro.

Kegemaran membaca, terutama jenis novel, mendapat support penuh dari kedua orangtuanya, Maka wajar bila setiap Agnes meminta dibelikan novel, orangtuanya pun bergegas membelikan buku permintaannya.

“Bila kita pingin cepat paham isi buku, tentu saja harus fokus. Pada saat membaca itulah, sebaiknya langsung dibayangkan alur cerita yang disajikan. Dengan begitu kita akan tahu dan paham isi maupun pesan-pesan moral yang ada di sebuah buku,” ujar anak pertama dari dua bersaudara itu menceritakan tips kebiasaan membacanya selama ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Ngoro, Drs. H. Sutrisno Slamet, M.Pd., memastikan bila peserta didiknya memang terpilih sebagai Duta Baca kategori Anak tahun 2018. Sebagai pimpinan sekolah, dirinya beserta seluruh keluarga besar SMPN 1 Ngoro merasa bangga sekaligus bersyukur atas prestasi yang membanggakan itu.

“Si Agnes terpilih menjadi Duta Baca Kategori Anak. Hal itu selaras dengan pelaksanaan program literasi yang sudah sejak lama dilaksanakan sekolah. Prestasi itu ibarat buah dari tanaman yang kita rawat dengan baik. Program literasi di sekolah ini sudah berjalan baik. Bapak/Ibu guru bisa memetakan potensi sekaligus membimbing anak didiknya. Sehingga prestasi seperti yang diraih ananda Agnes dapat dijadikan salah satu buktinya,” ungkap Pak Tris, sapaan karib Kasek SMPN 1 Ngoro itu.

Prestasi itu amanah, lanjut Pak Tris, oleh karena itu ananda Agnes harus bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang sudah diraihnya. Hal lain yang tak kalah penting, prestasi itu adalah tanggungjawab untuk dapat menjaga nama baik sekolah, kapanpun dan dimana saja. Apalagi SMPN 1 Ngoro sudah ditunjuk sebagai sekolah rujukan.

“Sekolah ini sudah diamanahi sebagai sekolah rujukan. Konsekuensinya, tentulah sangat berat. Selain mampu melaksanakan segenap program peningkatan mutu sekolah dari berbagai aspek, unsur prestasi dan modernisasi dalam sistem pembelajaran juga harus berimbang. Manajemen, kebijakan, dan skala prioritas program di sekolah harus berorientasi pada standar mutu pendidikan nasional. Satu diantaranya adalah giat literasi di sekolah,” ujar bapak satu anak.

Pak Tris juga menegaskan, pembinaan kesiswaan di sekolahnya bisa maksimal dan mendulang prestasi, tentu butuh partipasi masyarakat. Bagaimana pun, unsur Tri Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) harus bisa dijalankan secara strategis dan bijaksana.

“Keberhasilan pendidikan itu bertumpuh pada sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jalinan kemitraan yang kondusif dan proporsional sesuai dengan kebutuhan peserta didik itulah yang patut dijalankan agar prestasi peserta didik juga maksimal,” tegas Pak Tris sembari menunjukkan koleksi trophy yang diraih peserta didiknya di sekolah yang pernah meraih predikat Sekolah Model, Sekolah Adiwiyata Nasional, dan Sekolah Sehat Nasional. (use/uyo)

Berita Terkait

Komentar