HEADLINE >> Regional >> Ritel

Satpol PP dan Disperindag Kota Mojokerto Batasi Penjualan Kondom Jelang Hari Valentine

IM.com – Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto merazia 32 toko ritel yang menyediakan alat kontrasepsi, Rabu (12/2/2020). Sidak ini merupakan salah satu langkah Pemkot Mojokerto mengantisipasi perilaku pergaulan (seks) bebas yang kerap dilakukan muda-mudi padaperayaan Hari Valentine setiap 14 Februari.

Petugas gabungan meminta puluhan ritel membatasi displai penjualan alat kontrasepsi (kondom) dan alat bantu seks. Petugas juga mengingatkan ritel agar tidak menjual barang khusus orang dewasa itu kepada anak–anak atau remaja yang belum cukup umur.

“Alat kontrasepsi marak diperjual-belikan di pasar modern atau toko ritel dengan gamblang. Kita buat surat imbauan kepada pengelola toko-toko modern, jadi untuk penjualan alat kontrasepsi itu supaya dijauhkan dari pengelihatan dan jangkauan anak-anak,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto Ruby Hartoyo dalam sidak, Rabu (12/2/2020).

Ruby mengatakan, memang belum ada regulasi yang mengatur tata cara perdagangan secara spesifik mengenai penjualan alat kontrasepsi, maupun alat bantu seks. Kendati demikian, diperlukan pembatasan displai alat kontrasepsi di toko-toko retail tersebut untuk antisipasi pengaruh negatif terhadap anak-anak

Apalagi jamak sudah diketahui, setiap tahun penjualan kondom menjelang hari valentine selalu laris.Imbauan ini berdasarkan surat edaran yang menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penjualan obat di Kota Mojokerto. Juga dalam upaya untuk mengurangi penyebaran penyakit HIV/AIDS serta penyalahartian makna perayaan hari valentine di masyarakat.

“Saat ini sekadar kita tindak-lanjuti untuk imbauan secara tertulis, agar pemajangan alat kontrasepsi di toko retail modern bisa disimpan jauh dari penglihatan anak-anak. Untuk sanksi belum ada,” tutur Ruby.

Dalam sidak itu juga, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengeluarkan himbauan kepada muda-mudi melalui Disperindag.

“Untuk anak – anaku semua, khususnya para remaja di Kota Mojokerto, Valentine itu bukan budaya kita, bukan budaya timur. Ayo hindari sifat hura-hura, jangan terperosok dalam pergaulan bebas, jangan merusak moral yang sudah tertanam baik dalam diri kalian. Manfaatkan momen tersebut dengan hal-hal positif, berbagi dengan sesama atau kumpul dengan keluarga. Jangan merusak masa depan dengan kegiatan yang tidak berguna,” demikian imbauan Walikota yang akrab disapa Ning Ita.(rei/im)

Berita Terkait

Komentar