HEADLINE >> Pendopo

Pemkot Mojokerto Bagikan 993 Paket Sembako Ramadan

IM.com – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas.

Sembako dibagikan secara langsung Wali Kota Mojokerto didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto dan Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Sri Mudjiwati di Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto pada Rabu (15/5-2019).

Pemberian sembako ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para tukang becak dan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Sehingga dengan dibagikannya sembako ini dapat meringankan beban hidup mereka.

Juga dapat memberi semangat bagi penerima ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak serta memberikan perlindungan sosial dan mengurangi angka kerawanan sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan bahwa pertemuan Ning Ita dengan warga Kota Mojokerto di rumah dinas Wali Kota sebagai ajang silaturahmi. “Dengan silaturahmi kita akan diberikan panjang umur sehingga bisa beribadah kepada Allah dan yang kedua adalah mendapat rezeki yang barokah,” kata Ning Ita.

Ning Ita juga mengingatkan semua yang hadir untuk memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu. 

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan pembagian santunan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto adalah bentuk perhatian kepada warganya sebagaimana dalam amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar adalah tanggung jawab negara.

“Ini adalah bentuk perhatian kami Pemerintah Kota Mojokerto, sebagai perwakilan dari negara untuk memberikan kewajibannya dengan menyantuni bapak ibu semua yang hadir,” kata Ning Ita.

Ning Ita menambahkan, di Kota Mojokerto juga ada rumah lansia yang menjadi fasilitas dari pemerintah dalam merawat dan memberikan perlindungan serta menjamin kehidupan warganya.

Pada ramadan tahun ini Pemerintah Kota Mojokerto membagikan sebanyak 993 bingkisan sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan gula. Sembako diberikan kepada 693 orang tukang becak dan 300 orang penyandang disabilitas.

Untuk ke depan Ning Ita merencanakan bahwa bantuan yang diberikan untuk keluarga prasejahtera tidak lagi bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi lebih difokuskan kepada bantuan yang bisa berdaya guna, untuk mereka bisa menjadi mandiri.

“Pemerintah sama-sama keluar anggaran tetapi peruntukannya berbeda. Dan saya berharap itu bisa menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita. (uyo)

Berita Terkait

Komentar