INSPIRASI >> SOSOK

Selama 23 Tahun KH Mas’ud Yunus Melaksanakan Wasiat Ibunda. Ini Ceritanya

IM.com – Ratusan jamaah berbaju putih memadati rumah pribadi KH Mas’ud Yunus, Wali Kota Mojokerto Kamis (16/3/2017) malam. Jamaah laki-laki berbaju koko putih bersarung, ada juga yang menggunakan gamis putih. Sementara jamaah perempuan menggunakan hijab serbaputih.

Setelah masuk ke rumahnya di Suromulang ternyata mereka sedang mengikuti manasik haji yang diasuh langsung oleh KH Mas’ud Yunus.

“Manasik haji ini saya selenggarakan setiap bulan Jumadil Akhir setiap tahun. Jamaahnya dari berbagai daerah dan berbagai KBIH,” tutur Mas’ud Yunus. Terang saja, ratusan jamaah tersebut kebanyakan datang dari berbagai daerah dengan menggunakan mobil yang memadati ruas jalan Surodinawan.

Mas’ud Yunus lantas menerangkan bahwa pengajian manasik haji Al Muttaqin ini sudah ke 23 kalinya diselenggarakan sejak tahun 1994. “Pengajian ini adalah atas pesan dan wasiat ibu saya, Ibu Hj Fatimah. Tahun 1990 ibu saya naik haji dan berpesan jika anak-anaknya nanti telah menunaikan ibadah haji, agar mengajari mereka-mereka yang belum dan akan menunaikan ibadah haji,” ceritanya.

Ibunda dari KH Mas’ud Yunus berpendapat bahwa banyak calon jamaah haji terutama di Mojokerto ini tapi ilmu tentang hajinya kurang. Karena itu Ibunda dari KH Mas’ud Yunus punya kepedulian bagaimana calon jamaah haji harus mempunyai bekal ilmu yang cukup.

“Awal diselenggarakan dulu hanya 15 orang yang ikut. Sampai sekarang tidak pernah beri pengumuman, hanya memberi jadwal yaitu setiap bulan Jumadil Akhir. Alhamdulillah sampai sekarang jamaahnya sudah ratusan tiap pertemuannya,” tuturnya.

Materi disampaikan dengan paket zioaroh, umroh dan haji. Sedangkan yang dilakukan malam itu yaitu tentang teori umroh, praktik umroh, niat ikhrom, niat umroh, towaf, sai dan tahalul.

Yang menarik, bahwa pengajian manasik haji ini diselenggarakan gratis. “Ini wasiat ibu saya, bahwa calon jamaah haji itu calon tamunya Allah maka harus kita muliakan, kita beri ilmunya.

Biayanya ya dari keluarga sendiri. Kalau punya uang ya sumbang uang, kalau punya ilmu ya sumbang ilmu. Kalau tidak punya keduanya ya sumbang tenaga,” jelas Mas’ud Yunus yang diwanti-wanti Ibundanya agar tidak mendirikan KBIH ini.

Mas’ud Yunus lantas berpesan bahwa semoga calon haji yang mengikuti manasiknya dapat menjadi haji yang mabrur. “Harapannya setelah mengikuti manasik ini menjadi haji yang mandiri. Jadi kalau sudah berangkat haji, mereka tahu apa yang harus dilakukan, tidak tergantung dengan KBIH nya,”harapnya didampingi H Jazuli. (ika/uyo)

Berita Terkait

Komentar