Sanksi Tempat Hiburan Malam Nekat Buka Selama Ramadhan

IM.com – Satpol PP Kota Mojokerto bersama Polresta Mojokerto mengecek rumah hiburan karaoke. Hal ini dilakukan untuk memastikan pihak menejemen karaoke sudah menjalankan larangan beroperasi selama puasa ramadhan sesuai instruksi wali kota.

Pengecekan rumah karaoke dipimpin Kasatpol PP Kota Mojokerto Heriyana Dodik Murtono bersama anggota dan didampingi Kasat Binmas AKP Sariyanto serta Kasubag Humas Katmanto dari Polresta Mojokerto.

Heriyana Dodik Murtono, mengatakan, pengecekan ini dilakukan di sejumlah rumah karaoke untuk memastikan tempat hiburan di Kota Mojokerto tidak beroperasi selama puasa ramadhan. Untuk itu Dodik berharap adanya kerjasama dari menejemen mematuhi instruksi wali kota nomor 188.55 tahun 2018 yang telah diedarkan Bakesbangpol beberapa hari jelang puasa ramadhan.

Seperti di rumah karaoke X2, tim Satpol PP dan Polresta melihat langsung tidak adanya aktifitas hiburan di rumah karaoke yang berada di Jalan Pahlawan tersebut. Mereka hanya mendapati sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan AC dan kursi. “Mumpung libur, kami servis alat-alat AC dan kursi yang rusak,” terang salah satu karyawan.

Kendati demikian, Satpol PP kata Dodi tetap akan melakukan pantauan tempat hiburan jika ada yang nekat beroperasi. “Kalau ada yang nekat buka akan kita ditutup paksa, dan diberi sanksi tegas termasuk pertimbangan perpanjangan izinnya,” jelasnya kepada wartawan saat di rumah karaoke X2 pada Rabu, (16/05-2018) siang.

Selain rumah hiburan karaoke lanjut Dodik, juga panti pijat dilarang beroeperasi selama puasa ramadhan. “Ada 8 rumah hiburan karaoke dan 2 panti pijat di Kota Mojokerto, yang kota himbau untuk mematuhi instruksi wali kota,” jelasnya.

Dalam instruksi walikota diantaranya menjelaskan bahwa semua tempat hiburan malam, karaoke dan panti pijat harus tutup selama puasa ramadhan. “Khusus untuk hiburan bioskop boleh beroperasi tapi tidak full, yakni pada malam hari,” tandasnya. (uyo)

Berita Terkait

Komentar