
Kegiatan diawali dengan Lomba E komik dan Lomba Foto, serta Jelajah Situs dan Ekspresi Budaya di PIM dengan melibatkan 46 sekolah dan 650 siswa dilaksanakan di tanggal 19, 25, 26, dan 31 Oktober 2023.
Pada tanggal 4 November akan dilaksanakan Opera Majapahit, Festival Cahaya, sekaligus Pembukaan Gaung Sakala Bhumi Majapahit yang merupakan kerja kolaborasi dengan Direktorat PMM. Kegiatan akan dimulai lagi pada tanggal 11 dan 12 November 2023 dengan berbagai aktivitas berupa pasar rakyat (diisi dari desa sekitar dan UMKM), pemutaran Bioling, Dialog Budaya, Pameran, Adi Budaya On Air, Dolanan Tradisional, serta Gelar Budaya Majapahit (diisi dari Kabupaten/Kota sekitar).
Kegiatan Gaung Sakala Bhumi Majapahit merupakan wujud nyata kerja sama, gotong royong, kolaborasi dari semua pihak dalam melaksanakan UU N0 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan terkait pelindungan khususnya warisan budaya Majapahit. Maju terus kebudayaan Jawa Timur.
3 Abad Imperium Majapahit
Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit dengan gelar abhiseka Nararya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardana mengawali episode klasik Nusantara. Peristiwa ini ditandai sengkalan Purneng Kartika Masa Pancadasi. Tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka, atau tanggal 12 bulan November tahun 1293 dalam kalender Masehi. Signifikansi episode ini adalah berlangsungnya imperium yang meletakkan dasar peradaban yang sangat strategis bagi dinamika di wilayah-wilayah yang kemudian mengidentifikasikan diri sebagai Nusantara.
Tiga abad imperium Majapahit—abad 13 hingga 16 Masehi, menandai ideologi politik baru untuk mengikat teritori Nusantara dalam satu kesatuan pemerintahan (kerajaan). Ideologi kesatuan pada imperium Majapahit merupakan jiwa dari konstelasi politik pemerintahan bertajuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lahir di masa modern Nusantara. Inspirasi Majapahit bagi negara-bangsa ini terutama dikonstruksikan dalam glorifikasi capaian peradaban, identifikasi wilayah teritorial, warna bendera hingga semboyan negara.
Majapahit adalah ikon/identitas yang bersifat lokal (Provinsi Jawa Timur), nasional (Indonesia) sekaligus internasional (Kawasan Asia Tenggara). Sebagai Ekosistem Kebudayaan yang telah dikenal secara global, ruang lingkup (daya, efek) pelestarian KCBN dan pemajuan OPK di wilayah ini idealnya juga bersifat lokal, nasional serta internasional. (im)