Sebuah mobil membutuhkan demikian banyak hal: air, bensin, oli, sebuah stir, aki, ban, dan udara untuk mengisi ban.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Ikutilah aku! Kita akan pergi mengunjungi sebuah dealer besar yang menjual banyak mobil. Orang membeli mobil agar dapat pergi ke tempat-tempat tujuan mereka dengan cepat.

Di zaman dulu orang hanya berjalan kaki, lalu mereka menemukan becak. Setelah itu mereka membuat pengangkut kecil yang ditarik kuda atau lembu. Di sebagian belahan bumi, orang masih menggunakan becak sebagai alat transportasi dan juga pengangkut barang. Selanjutnya ditemukan sepeda, lalu sepeda motor dan kemudian mobil.

Setelah itu manusia berupaya untuk membuat pesawat terbang yang mampu melewati dari satu benua ke benua lain serta menghancurkan dunia dengan bom. Akhirnya mereka menemukan bom atom dan senjata-senjata lainnya yang dapat membunuh ratusan ribu umat manusia dalam sekejap.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Tidak banyak kerusakan terjadi di dunia ketika manusia hanya berjalan, sebagaimana tujuan Tuhan menciptakan mereka. Karena teknologi telah berkembang, sejumlah kecelakaan pun telah terjadi. Manusia telah membuat mesin untuk membantu mereka agar pergi lebih cepat.

Tetapi semakin cepat manusia bepergian, semakin cepat pula kerusakan yang datang kepadanya. Pernahkah engkau merenungkannya? Baiklah, tidak masalah, itu sekadar sejarah. Kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi.

Selama kita memiliki mobil, kita harus memeliharanya dengan baik. Mobil memerlukan banyak bahan bakar, antara lain: air, bensin, oli, stir, ban, dan udara untuk mengisi ban. Masing-masing bagian harus dapat bekerja secara benar sebelum kalian bepergian.

Jika rem tidak bekerja dengan baik, kalian akan mendapatkan kecelakaan. Jika aki tidak bekerja, maka mobil tidak akan dapat distater. Jika semuanya sudah lengkap, kecuali bensin dan oli, maka mesin [mobil] tidak akan bisa dijalankan. Dan jika semuanya telah berjalan dengan baik, jika ban tidak ada udaranya, maka mobil tetap di tempat dan tidak dapat dijalankan.

Sebagaimana mobil yang memerlukan banyak hal, tubuh kalian juga memerlukan makanan, air, udara, dan kehangatan. Tubuh ini memerlukan begitu banyak bahan-bahan, dan kalian harus menyediakannya setiap hari. Mata kalian memerlukan cahaya, telinga memerlukan bunyi-bunyian, dan hidung memerlukan penciuman.

Kalian perlu mencampur makanan dengan air ke dalam mulut yang dapat menyuplai tenaga pada tubuh. Tubuh tidak akan dapat pergi ke mana-mana tanpa bahan-bahan ini, bukan? Tubuhmu akan sakit dan berhenti berfungsi, seperti mobil yang mogok di tengah jalan.

Tetapi, wahai cucu-cucuku, walaupun engkau telah memiliki semua hal tersebut, sejauh mana mereka bermanfaat bagi mereka sendiri? Engkau memiliki mata, begitupun mobil, yaitu lampu. Tapi dapatkah mobil berpikir dan melihat tanpa campur tangan sang sopir?

Seperti ini, cahaya Tuhan harus masuk ke dalam mata agar engkau dapat melihat dengan jelas. Tidaklah cukup bagimu sekadar memiliki, dua telinga; engkau membutuhkan telinga batinmu yang halus untuk mendengarkan suara Tuhan. Mulutmu sendiri tidak cukup; engkau memerlukan mulut dan lidah untuk mengetahui perbedaan antara berkata dengan benar dan yang salah.

Engkau memiliki hidung, tapi jika engkau mencium sesuatu yang terbakar, engkau masih harus memikirkan apa yang harus dilakukan. Selain itu, engkau memerlukan hidung dalam kalbumu yang dapat membedakan antara yang benar dan salah.

Bahkan jika engkau telah memiliki semuanya, betapapun bagus mereka tidak akan berarti tanpa hati dan paru-paru serta udara untuk bernafas? Dan bahkan jika engkau mempunyai organ ini, apakah semuanya itu sudah cukup? Tidak, engkau tetap memerlukan Tuhan dan sifat-sifat-Nya.

Bahkan apa gunanya hidup tanpa memiliki kebajikan? Apa yang mampu engkau selesaikan? Jika engkau tidak dapat mendengarkan firman-Nya, apa gunanya hidup? Jika engkau tidak dapat memiliki Tuhan dalam kalbu, sifat-sifat-Nya, tindakan, serta cinta-Nya, apa gunanya menjadi manusia? Tanpa ini semua, engkau akan jatuh dan menjadi mangsa di bumi.

Mobil memerlukan sejumlah makanan, tubuh juga memerlukan makanan dunia, dan jiwa memerlukan makanan kearifan Tuhan. Kearifan ini memerlukan cinta dan kasih-Nya, kedamaian Tuhan, kesunyian, dan persamaan. Ia juga memerlukan kesabaran batin, keteguhan, dan percaya kepada-Nya, yang dikenal sebagai sabur, syukur, serta tawakkul.

Ini memerlukan semua karakter Tuhan, tiga ribu keindahan dan keagungan-Nya. Inilah sumber makanan bagi jiwa dan keadilan yang harus diberikan ke dalam jiwa. Jika jiwa tidak menerima ini semua, hidupmu akan berakhir dan engkau akan binasa. Bahkan jika engkau memberikan makanan yang dibutuhkan oleh setiap bagian tubuh, tapi engkau mengabaikan jiwa, engkau akan menemui kesulitan.

Engkau tidak dapat menghindar dari kesulitan tanpa tindakan, kearifan, dan sifat-sifat Tuhan. Engkau memerlukan matahati untuk berjalan dengan selamat. Tak penting betapapun seorang sopir memenuhi kebutuhan mobilnya, jika dia tidak berhati-hati atau dia mengendarai terlalu kencang, dia akan mendapat kecelakaan dan tewas. Tidakkah itu benar? Pikirkanlah!

Cucu-cucuku, meskipun sebuah mobil dapat melaju dengan sangat kencang, masih lebih cepat pikiran manusia. Pikiran manusia dapat melaju dalam kecepatan angin. Tetapi manusia dapat melaju lebih cepat lagi dibandingkan [laju] pikiran, jika dia memiliki cahaya kearifan.

Tiada sesuatu pun yang dapat melebihi kecepatan cahaya kearifan. Ia dapat menolong manusia untuk memahami segala sesuatu jauh lebih cepat daripada yang bisa dilakukan pikiran. Manusia yang memiliki kearifan itu akan dapat memahami rahasia-rahasia Tuhan.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Engkau harus memahami apa yang perlu diberikan pada setiap bagian, dan bertindak serta berpikir secara benar. Jika engkau telah melakukannya, maka perjalanan hidupmu akan berhasil.

Kasihku padamu, semoga Tuhan menolongmu.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini