Pekerja PT Pakerin menutup akses pintu gerbang pabrik, Senin (6/4/2026)

inilahmojokerto.com – Pintu gerbang PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, tak lagi sekadar pintu keluar masuk aktivitas industri.

Senin (6/4/2026), ratusan pekerjanya berdiri di depan gerbang, menutup akses, menyuarakan tuntutan yang telah lama terpendam.

Sekitar 400 karyawan yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi unjuk rasa yang bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan atas hak-hak yang belum mereka terima.

Pemblokiran gerbang membuat aktivitas pabrik lumpuh sementara. Kendaraan yang hendak masuk tertahan, bahkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena aksi berlangsung di tepi jalan raya.

Ketua KSPSI PT Pakerin, Heru Nugroho, menyebut ada tiga tuntutan utama yang menjadi dasar aksi tersebut: pembayaran upah yang tertunda sejak November hingga Desember, pelunasan iuran BPJS Kesehatan, serta iuran BPJS Ketenagakerjaan yang hingga kini belum diselesaikan.

Menurut Heru, persoalan ini sebenarnya telah dibahas dalam pertemuan bipartit pada 26 Maret 2026. Dalam forum itu, manajemen perusahaan melalui Direktur Keuangan sempat menjanjikan pelunasan upah sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun, janji tersebut hingga kini belum terealisasi.

Di tengah ketidakpastian itu, kondisi operasional perusahaan juga menambah kegelisahan. Aktivitas produksi kertas disebut telah berhenti lebih dari satu tahun, menyisakan hanya bagian kimia yang masih berjalan.

Situasi ini diduga berkaitan dengan konflik internal manajemen, yang imbasnya dirasakan langsung oleh para pekerja.

Sebagian besar karyawan yang telah mengabdi lebih dari satu tahun kini hanya berharap pada satu hal: kepastian. Mereka menegaskan akan terus bertahan dan menyuarakan tuntutan hingga hak-hak mereka dipenuhi. (anto)

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini