
inilahmojokerto.com – Delapan unit laptop dan satu proyektor milik SDN Simbaringin, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, digondol maling.
Penjaga sekolah, Suparno (50), mendapati jejak aksi pencurian itu pada Rabu (8/4/2026) pagi ketika hendak membersihkan halaman.
Ia mendadak panik mendapati gembok ruang kantor telah rusak. Rasa curiga membawanya berkeliling sekolah. Pintu kantin juga terlihat dicongkel. Saat masuk lebih jauh, pemandangan di dalam sekolah membuatnya tercekat. Ruangan sudah diacak-acak berantakan.
“Saya mau menyapu, melihat gembok pintu ruang kantor dicongkel. Anak saya juga bilang pintu kantin dicongkel. Setelah saya masuk lewat kantin, ruangan sudah acak-acakan,” tuturnya.
Kabar itu segera menyebar ke para guru melalui pesan singkat WhatsApp. Kepala sekolah, Dwi Kurniawan, langsung datang untuk memastikan kondisi.
Hasil pengecekan mengungkap kenyataan pahit: delapan unit laptop, terinci empat unit laptop Chromebook, satu laptop bantuan Merah Putih, satu laptop pengadaan dana BOS, dua laptop milik pribadi guru, serta satu unit proyektor inventaris sekolah telah raib dibawa pencuri.
Perangkat-perangkat itu bukan sekadar barang inventaris. Bagi sekolah kecil di desa, laptop-laptop tersebut adalah penopang utama proses belajar, sekaligus harapan bagi 19 siswa yang tengah bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Total ada delapan laptop dan satu proyektor. Tujuh di ruang kantor, satu di kelas,” ujar Dwi.
Di tengah keterbatasan, sekolah kini harus berpikir cepat. Mereka berupaya mencari pinjaman atau pengadaan darurat agar para siswa tetap bisa mengikuti ujian. Setidaknya dibutuhkan sekitar 10 unit laptop untuk menutup kekurangan.
Bagi para siswa, kejadian ini bukan sekadar kabar kehilangan. Ini adalah ancaman terhadap momen penting dalam perjalanan pendidikan mereka, yakni ujian yang telah dipersiapkan dengan tekun.
Polsek Kutorejo dan Polres Mojokerto telah turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, memastikan penyelidikan tengah berlangsung.
Namun bagi SDN Simbaringin, yang paling mendesak bukan hanya menemukan pelaku, melainkan memulihkan harapan agar anak-anak tetap bisa duduk tenang di depan layar saat hari ujian tiba. (anto)








































