HEADLINE >> HUKUM & POLITIK >> SOROTAN

Prostitusi Purel Pintu Masuk Bongkar Bisnis Lendir di Tempat Hiburan Mojokerto

IM.com – Bisnis prostitusi pemandu lagu (purel) di tempat-tempat karaoke di Mojokerto seperti yang diungkap jajaran Satreskrim Polres Mojokerto Kota baru-baru ini sejatinya bukan hal yang mengejutkan.

Namun penangkapan muncikari ED (40) dan NS (35) seharusnya bisa memantik penegak hukum untuk membongkar praktik pelacuran terselubung yang bersembunyi di tempat-tempat karaoke atau tempat hiburan malam lain di Mojokerto.

Maklum saja, selama ini beberapa tempat karaoke yang menyediakan purel available alias bisa diajak kencan singkat hanya menjadi rahasia umum. Demikian pula di beberapa hotel yang kerap menjadi tempat favorit para wanita pemuas nafsu dan pelanggannya juga tak tersentuh.  

Razia yang digelar kepolisian maupun pihak berwenang lainnya sejauh ini terkesan hanya sebagai tugas rutin. Selain itu, penegakan hukum dalam razia untuk membongkar bisnis lendir terselubung di area remang-remang itu nampak tumpul.

Salah satu contoh sebuah tempat karaoke plus hotel yang ada di kawasan Trowulan. Hampir setiap malam -apalagi hari libur-, tempat karaoke yang menyediakan wanita pemandu lagu itu ramai pengunjung.

Dari penelusuran inilahmojokerto.com, ‘Mami’ penyedia purel di tempat karaoke itu bahkan bisa terang-terangan menawarkan para wanita binaannya kepada pelanggan yang menginginkan layanan esek-esek. Para purel yang rata-rata masih belia itu bisa memberi jasa layanan plus-plus kepada para pelanggan yang berminat setelah olah vokal (menyanyi) di ruang karaoke.

Tetapi eksekusi layanan seksualnya tetap dilakukan di tempat lain atau kamar hotel. Namun para pelanggan tak perlu jauh ke tempat lain untuk mem-booking kamar, karena di dalam kompleks tempat karaoke itu juga terdapat hotel.

Tempat karaoke plus-plus ini sejatinya pernah digerebek jajaran Polda Jatim. Namun penggerebekan itu menyasar tempat Spa and Massage yang juga berada dalam naungan perusahaan yang sama di kompleks karaoke dan hotel di Jalan Raya Trowulan tersebut.

Sang pemilik Agus Liantono alias Gus Li sempat ditahan usai penggerebekan itu. Namun bukan karena kasus perdagangan manusia, melainkan perkara narkoba.

Hotel, tempat karaoke dan spa dalam satu kompleks itu merupakan paket komplit untuk bisnis prostitusi terselubung yang kerap dijuluki ‘one stop hotel entertainment’ di Mojokerto. Kompleks cukup elit hanya satu dari beberapa tempat hiburan dan penginapan lain yang praktik pelacuran dan perdagangan manusia di Bumi Majapahit yang belum terjamah jajaran kepolisian.

Kompleks hiburan yang menyediakan tempat karaoke dan spa plus-plus dilengkapi hotel cukup berkelas itu berada di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Sedangkan Polres Mojokerto Kota, baru-baru telah membongkar praktik pelacuran di wilayah hukumnya. Polisi mengamankan ED sebagai muncikari yang menjajakan purel NS (35) kepada seorang pria hidung belang inisial AW dengan tarif Rp 900 ribu sekali kencan.

“Tarifnya Rp 900 ribu.  Yang Rp 400 ribu untuk mucikari dan 500 ribu untuk korban,” tutur Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono.

Mereka diciduk saat bertransaksi esek-esek di sebuah hotel di Kota Mojokerto dengan sejumlah barang bukti, selimut, cover bad, bantal, kondom dan tisu magic serta uang senilai Rp 900 ribu. (Baca: Polres Mojokerto Kota Ungkap Kasus Perdagangan Orang). (im)

Berita Terkait

Komentar