
inilahmojokerto.com – Bagaimana jika museum tidak memiliki gedung tetap? Pertanyaan itu coba dijawab Kantor Bersama Urusan Seni Rupa (KBUSR) Yogyakarta melalui “Museum Tanpa Jangkar”, sebuah eksperimen seni yang hadir dalam ARTSUBS 2026 di kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Alih-alih menawarkan museum sebagai bangunan permanen, KBUSR menghadirkan struktur sementara berwarna hitam dengan ruang yang relatif gelap. Bentuk tersebut menjadi bagian dari gagasan untuk mengajak publik melihat kembali fungsi museum dalam kehidupan seni rupa.
Museum, dalam gagasan KBUSR, tidak harus selalu dimulai dari gedung, koleksi dan sistem kelembagaan yang mapan. Ia dapat tumbuh dari kebutuhan seniman dan komunitas untuk menyimpan, merawat, mengarsipkan, memamerkan, sekaligus membicarakan karya.
Gagasan ini menjadi menarik ketika dibawa ke Surabaya, kota dengan aktivitas seni rupa yang terus bergerak tetapi belum memiliki museum seni rupa permanen. Kehadiran Museum Tanpa Jangkar pun dapat dibaca sebagai pertanyaan sekaligus kritik konstruktif: apakah infrastruktur seni harus selalu menunggu sebuah gedung berdiri?

Istilah “tanpa jangkar” menjadi metafora bagi konsep museum yang tidak terikat pada satu lokasi. Ruang dapat dibangun sesuai konteks, kebutuhan dan situasi komunitas seni yang menghidupinya.
Karena itu, Museum Tanpa Jangkar tidak sekadar berbicara tentang bentuk bangunan sementara. Eksperimen tersebut menyentuh persoalan yang lebih luas, yakni bagaimana ekosistem seni dapat menciptakan ruang untuk merawat pengetahuan dan menjaga hubungan antara seniman, karya serta publik.
KBUSR sendiri merupakan kolektif seni rupa berbasis di Yogyakarta yang mengembangkan ruang dan infrastruktur bersama untuk mendukung praktik seni, pengarsipan dan pertumbuhan ekosistem seni rupa.
Melalui kehadirannya di ARTSUBS, KBUSR memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur seni tidak selalu harus sepenuhnya bergantung pada hadirnya institusi formal. Komunitas dan seniman juga dapat mengambil peran dengan menciptakan ruang yang lahir dari kebutuhan mereka sendiri.
Persoalan tersebut akan dibicarakan lebih jauh dalam Wicara Seniman bersama Handiwirman, Kokok P. Sancoko, Hendra Himawan dan Yuli Prayitno. Diskusi akan dimoderatori kurator Asmudjo J. Irianto.
Wicara tersebut berlangsung Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, di Selasar Balai Budaya, Balai Pemuda Lantai 2, Jalan Gubernur Suryo Nomor 15, Surabaya.
Percakapan tentang infrastruktur seni kemudian berlanjut melalui praktik yang lebih eksperimental. Pada hari dan lokasi yang sama, KBUSR menggelar Lokakarya “Never Alone Scanner”.
Workshop ini mempertemukan teknik menggambar dan melukis manual dengan teknologi pemindaian. Peserta akan berkarya di atas lembaran akrilik transparan yang disediakan panitia.
Berbagai material dapat digunakan, mulai dari alat gambar, cat akrilik, cat air, spidol hingga spray paint. Karya kemudian dapat disusun dalam dua atau tiga lapisan akrilik sehingga garis, warna dan bentuk saling bertumpuk dan menghasilkan kedalaman visual.
Tahap berikutnya justru mengubah hasil karya tersebut. Lembaran akrilik yang telah disusun akan dipindai menggunakan scanner. Hasil pemindaian kemudian dicetak di atas glossy photo paper dan menjadi karya akhir peserta.
Proses tersebut membuat karya tidak berhenti pada aktivitas menggambar. Peserta diajak mengalami bagaimana karya manual pada material transparan dapat diterjemahkan oleh teknologi menjadi bentuk visual baru.
Lokakarya Never Alone Scanner digelar pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, di Selasar Balai Budaya, Balai Pemuda Lantai 2, Surabaya.
Peserta berusia 15 tahun ke atas, dengan kuota 10–15 orang. Biaya partisipasi sebesar Rp100 ribu per orang.
Pendaftaran lokakarya dapat dilakukan melalui go.artsubs.co/workshopkbusr.
Dua agenda tersebut memperlihatkan dua sisi yang saling berhubungan: Museum Tanpa Jangkar mempertanyakan kembali bagaimana ruang seni dibangun, sementara Never Alone Scanner mengajak peserta bereksperimen dengan bagaimana sebuah karya dapat lahir dari pertemuan antara material manual dan teknologi.







































