HEADLINE >> HUKUM & POLITIK

Begini Serangan Amien Rais ke Kapolri dan KPK

IM.com – Di tengah tekanan hukum, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyerang Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Amien mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Tito karena namanya tercatut dugaan skandal suap dalam catatan keuangan CV Sumber Laut Perkasa.

“Anda semua ingin tahu, saya nggak akan perpanjang. Saya minta Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito Karnavian dicopot,” ujar Amien di Mapolda Metro Jaya. Amien menyatakan itu sesaat sebelum masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Amien tidak menjelaskan panjang lebar alasan dia meminta Tito dicopot. Dia hanya menunjukkan lembaran koran nasional.

“Saya yakin stok kepemimpinan Polri yang jujur mengabdi ke bangsa dan negara banyak. Kita cinta polisi,” tutur Amien.

Bukan hanya Kapolri, sebelumnya Amien juga menyudutkan KPK. Mantan Ketua MPR itu menegaskan akan menguak sejumlah kasus korupsi yang menurutnya sengaja diendapkan KPK.

“Saya akan membuat sebuah fakta yang insyaAllah akan menarik perhatian,” ujar Amien.

Namun, Amien belum mau membuka apa kasus yang dimaksud. Ia berjanji akan perlahan membuka kasus-kasus korupsi yang lama tak terdengar kabarnya.

“Yang ini hubungannya tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK akan saya buka pelan-pelan,” tandasnya.

Letupan emosi Amien ini karena namanya terseret skandal penyebaran berita hoaks Ratna Sarumpaet yang menghebohkan publik dan elit politik beberapa waktu lalu. Hari ini, Rabu (10/10/2018), Amien diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi untuk tersangka Ratna Sarumpaet.

Amien Mendadak Lunak Usai Diperiksa

Usai pemeriksaan tadi, emosi Amien yang sebelumnya tinggi mendadak kalem. Bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu bahkan menyebut dirinya merasa dimuliakan penyidik.

“Saudara-saudara, saya merasa dihormati oleh para penyidik. Suasananya akrab penuh tawa, penuh canda,” ujar Amien usai diperiksa di Polda Metro Jaya Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar 6 jam itu, Amien menyebut ada 30 pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. Puluhan pertanyaan itu lebih banyak seputar pertemuannya dengan Ratna Sarumpaet.

“Demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter apalagi menjebak. Saya terima kasih sekali,” ungkapnya.

Agenda pemeriksaan hari ini merupakan pemanggilan kedua dari Polda Metro Jaya terhadap Amien Rais. Pada panggilan pertama, Amien tak hadir dalam pemeriksaan pertama lantaran ada kesalahan administrasi.

Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Surya Imam Wahyudi, menjelaskan alasan Amien mangkir lantaran penulisan nama dalam surat panggilan tersebut keliru.

”Nama yang benar adalah Profesor Doktor Haji Muhammad Amien Rais. Di sini (surat panggilan Polda) namanya salah sehingga bapak enggak datang,” kata Surya, Senin kemarin.

Dalam kasus ini, Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Ratna yang dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ratna ditangkap saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10/2018). Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan dokter Sidiq yang mengoperasi plastik Ratna. (sun/im)

Berita Terkait

Komentar