
IM.com – Kepolisian menemukan fakta baru di balik kematian Novia Widyasari (23), mahasiswi cantik warga Perum Japan Asri, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojekerto. Hasil visum menunjukkan korban meninggal dunia akibat meminum cairan beracun sejenis potasium.
Efek racun itu terlihat dari kulit pada jasad korban yang membiru (sianosis). Selain itu, bau menyengat dari mulut Novia sejak ditemukan tergeletak tak bernyawa di pusara ayahnya, Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/12/2021) lalu.
“Di TKP ditemukan satu botol minuman yang berisi cairan. Dan setelah didalami kami juga menemukan 3 butir potasium yang ada di tempat sampah rumah korban,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).
Dugaan racun sejenis potasium yang diminum korban untuk mengakhiri hidupnya dibuktikan dengan temuan botol berita cairan didekat mayatnya. Mahasiswi Universitas Brawijaya itu mencampur cairan beracun dengan teh sebelum meminumnya.
“Ditemukan adanya bau cairan yang sangat menyengat dari dalam mulut dan tanda-tanda Sianosis atau kulit biru yang diduga akibat minum racun. Disini disimpulkan bahwa dugaan korban meninggal karena bunuh diri minum racun sejenis potasium yang dicampur dengan air teh,” ujar Petugas UPT Puskesmas Sooko Anang Hermawan.
UPT Puskesmas Sooko diminta kepolisian untuk melakukan visum luar terhadap jenazah korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban.
“Hasil visum luar sesuai dengan permintaan Polsek Sooko terhadap jenazah, hasilnya tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik dari kepala sampai kaki,” kata Anang.
Hasil visum ini memperkuat kesaksian juru kunci makam yang pertama kali menemukan korban tergeletak tak bernyawa. Ia mengaku mencium bau menyengat yang menyeruak di sekitar jasad korban. (Baca: Heboh Mahasiswi Jelita Tewas Minum Racun di Pusara Ayahnya).
“Seperti minumnya kayak teh. Cuma saya cium itu baunya minta ampun. Jadi ada botol sama sedotan,” ungkapnya. (im)