Ilustrasi gambar pelecehan seksual terhadap anak.

IM.com – Tidak dapat dipungkiri akses internet yang begitu mudah, membuat anak-anak bisa menemukan berbagai konten berbau dewasa atau pornografi di platform media sosial maupun website.

Jika orang tua tidak melakukan pencegahan dini, maka konten dewasa atau pornografi dapat menimbulkan banyak dampak negatif pada anak. Termasuk kencanduan, hingga berujung fatal melakukan tindakan kekerasan seksual.

Seperti yang dialami, dua pelajar sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang dicabuli saudaranya sendiri usai diajak nonton film dewasa (porno).

Awalnya, dua pelajar sebut saja Mawar (11) dan Melati (10) diajak Lebah (13) yang merupakan saudaranya untuk melihat film dewasa di dalam kamar sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Yang laki-laki itu muter film dewasa di dalam kamar, ngajak Mawar sama Melati. Sejak jam 5 sore sampai jam 10 malam,” kata E, salah satu pengusaha di Kecamatan Mojowarno, Jumat (19/4/2024).

Dari keterangan yang didapat dari korban, E menjelaskan, saat melihat film porno itu Lebah dalam kondisi telanjang. “Korban itu bilang kalau si Lebah lihat sambil telanjang,” ujar E.

Resiko Kecanduan Pornografi Terhadap Anak

Kecanduan pornografi bisa menjadi salah satu ancaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ada beberapa risiko yang dapat terjadi ketika anak mengalami kondisi kecanduan pornografi, seperti dikutip dari Halodoc.

1. Gangguan perkembangan pada otak

Kecanduan pornografi dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada otak anak. Saat melihat berbagai konten yang mengandung pornografi, maka otak akan penuh oleh hormon dopamin.

Saat jumlah dopamin terlalu tinggi pada otak, maka seseorang akan kesulitan untuk membedakan hal yang baik dan buruk.

Selain itu, pecandu juga sulit untuk mengambil keputusan, memiliki percaya diri yang rendah, hingga daya kreativitas yang menurun.

Bahkan, terlalu sering menyaksikan konten pornografi meningkatkan risiko penyusutan jaringan otak yang memicu kerusakan permanen pada otak.

2. Gangguan emosi pada anak

Konten pornografi juga dapat menyebabkan gangguan emosi pada anak. Anak-anak yang mengalami kecanduan pornografi akan memiliki keinginan untuk terus menerus menyaksikan atau menikmati berbagai hal yang berbau pornografi. Mulai dari video, gambar, cerita, percakapan, hingga gerak tubuh.

Jika keinginan ini tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka pecandu berisiko mengalami emosi yang tidak stabil.

3. Menurunkan kemampuan bersosialisasi

Anak-anak yang gemar menyaksikan konten pornografi juga berisiko mengalami kesulitan dan penurunan kemampuan bersosialisasi. Selain itu, anak juga akan menganggap normal setiap kekerasan dalam hubungan, baik secara fisik maupun seksual.

Kecanduan pornografi juga meningkatkan risiko kegiatan seksual sebelum menikah.

Kurangnya edukasi seksual membuat kasus pernikahan dini, hamil di luar nikah, hingga penyebaran penyakit menular seksual menjadi cukup tinggi.

Cara Mencegah Kecanduan Pornografi pada Anak

Keluarga menjadi garda terdepan untuk mencegah kondisi kecanduan pornografi pada anak.

Ada berbagai hal yang bisa orang tua lakukan agar anak dapat bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan tepat, tanpa pornografi.

  1. Melakukan komunikasi dua arah dengan anak secara rutin.
  2. Menerapkan pola asuh yang tepat pada anak.
  3. Memberikan anak kasih sayang dan perhatian yang tepat.
  4. Menumbuhkan rasa asertif pada anak, salah satunya mengenai perilaku seksual.
  5. Memberikan edukasi seksual secara tepat sesuai dengan usia anak.
  6. Pastikan lingkungan tempat anak bertumbuh merupakan lokasi yang tepat. (red/ima) 
9,654

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini