
inilahmojokerto.com – Bagi anak atau orang dengan gangguan pendengaran, memilih alat pendengaran yang tepat bisa meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Dua teknologi yang paling umum adalah:
1. Alat Bantu Dengar → Memperkuat suara untuk memudahkan mendengar.
2. Implan Koklea → Menstimulasi saraf pendengaran secara langsung melalui sinyal listrik, biasanya digunakan saat alat bantu dengar tidak cukup membantu.
Memahami perbedaan keduanya membantu orang tua menentukan solusi yang paling sesuai untuk kebutuhan anak.
Cara Kerja dan Fungsi Alat Pendengaran
Alat Bantu Dengar:
▫ Dipasang di dalam atau belakang telinga.
▫ Terdiri dari mikrofon (menangkap suara), amplifier (memperkuat suara), dan speaker (mengirimkan suara ke telinga).
▫ Cocok untuk gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
▫ Membantu anak mendengar percakapan, musik, dan berinteraksi sosial di lingkungan tidak terlalu bising.
Implan Koklea:
▫ Memiliki prosesor eksternal (di belakang telinga) dan implan internal (ditanam melalui operasi).
▫ Mengirimkan sinyal listrik langsung ke rumah siput/saraf pendengaran.
▫ Digunakan untuk gangguan pendengaran berat hingga sangat berat.
▫ Meskipun tidak mengembalikan pendengaran normal, alat ini meningkatkan persepsi suara dan pemahaman bicara.

Siapa yang Cocok dengan Alat Ini?
Alat Bantu Dengar:
▫ Gangguan pendengaran ringan–sedang.
▫ Masih bisa mendengar suara, tapi sulit memahami percakapan, terutama di tempat ramai.
▫ Membantu anak belajar bahasa dan berinteraksi sosial.
Implan Koklea:
▫ Gangguan pendengaran berat atau sangat berat, satu atau kedua telinga.
▫ Kesulitan memahami bicara meski sudah menggunakan alat bantu dengar.
▫ Anak yang perkembangan bahasanya terhambat akibat gangguan pendengaran.
Bisa digunakan bersamaan dengan alat bantu dengar di telinga lain (jika hanya satu telinga diimplan). Implan koklea sangat bermanfaat untuk anak Tuli sejak lahir atau kecil agar mereka bisa belajar bahasa, mengikuti tumbuh kembang sesuai usia, dan mengurangi kesenjangan dengan teman sebaya.
Kelebihan, Keterbatasan, dan Biaya
Kelebihan Alat Bantu Dengar:
▫ Non-invasif, mudah dirawat, lebih terjangkau.
Kelebihan Implan Koklea:
▫ Suara lebih jelas, akses lebih banyak frekuensi, lebih efektif di lingkungan bising.
Keterbatasan:
▫ Alat bantu dengar kurang efektif di lingkungan bising dan tergantung sisa pendengaran.
▫ Implan koklea memerlukan operasi dan terapi lanjutan.
▫ Tidak ada alat yang sepenuhnya mengembalikan pendengaran alami.
Biaya:
Alat bantu dengar: ± Rp1–60 juta per telinga.
Implan koklea: ± Rp150–350 juta per telinga (termasuk operasi dan rehabilitasi awal).
Dari paparan itu, pilihan alat tergantung kondisi medis anak, tingkat gangguan pendengaran, gaya hidup, dan tujuan keluarga. Alat bantu dengar sering menjadi langkah awal untuk gangguan ringan hingga sedang, sedangkan implan koklea efektif untuk gangguan berat.
Dengan akses pendengaran yang tepat, anak dapat berkembang maksimal, belajar bahasa, berinteraksi sosial, dan meminimalkan kesenjangan tumbuh kembang. (anto)








































