
inilahmojokerto.com – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memimpin apel pagi perdana Tahun 2026 bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto di halaman Kantor Pemkab Mojokerto, Senin (5/1/2026).
Apel awal tahun ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen ASN dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional serta berintegritas.
Dalam arahannya, Bupati Al Barra menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran Pemkab Mojokerto. Ia menegaskan bahwa awal tahun harus dimaknai sebagai titik tolak untuk memperbaiki kualitas kerja, meningkatkan disiplin, serta memperkuat integritas aparatur dalam melayani masyarakat.
“Berakhirnya Tahun 2025 menjadi ruang refleksi atas pengabdian yang telah kita jalani. Ada capaian yang patut kita syukuri namun juga terdapat kekurangan yang harus dievaluasi secara jujur dan bertanggung jawab,” ujar Al Barra.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, DPRD, Forkopimda, serta seluruh ASN atas kerja kolaboratif dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mencatat berbagai prestasi, di antaranya meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024 dari BPK.
Juga penghargaan UHC Prioritas dari BPJS Kesehatan, Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Kabupaten Sehat kategori Padapa, serta Innovation Government Award (IGA) sebagai Kabupaten Sangat Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Bupati Mojokerto Al Barra, penghargaan tersebut bukan tujuan akhir melainkan pemacu semangat untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja birokrasi demi kemanfaatan masyarakat luas.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 886,1 miliar atau 104,03 persen dari target, sementara realisasi belanja daerah mencapai 93,08 persen dari total anggaran Rp 2,97 triliun.
Menghadapi tantangan keterbatasan fiskal akibat pengurangan dana transfer pusat, bupati menekankan pentingnya optimalisasi PAD, pengendalian belanja operasional yang tidak esensial, serta inovasi di setiap perangkat daerah.
Program prioritas yang berdampak langsung kepada masyarakat diminta tetap menjadi program utama.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Mojokerto akan melaksanakan sembilan paket strategis, termasuk peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II, rehabilitasi GOR Mojosari, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV, serta rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Kupang, dengan prinsip 5T.
Menutup arahannya, Bupati Al Barra mengajak seluruh ASN bekerja dalam satu komando, menjunjung tinggi etika pelayanan publik, serta menindaklanjuti rekomendasi KPK guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (kim)








































