inilahmojokerto.com — Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto di Jalan Pekayon, Senin (9/2/2026) pagi, tak sekadar menjadi ruang pertemuan.
Ia menjelma ruang perenungan, tempat insan pers dan aparat negara bertemu dalam satu semangat: menjaga kewarasan informasi di tengah hiruk-pikuk era digital.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si. hadir dalam tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 202
Kehadirannya bukan sekadar simbol seremonial, melainkan penegasan akan pentingnya pers sebagai penyangga kebenaran.
Kapolres menaruh hormat pada peran strategis media massa yang selama ini berdiri di garis depan menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan daerah.
Di zaman ketika informasi berlari lebih cepat daripada verifikasi, media resmi menjadi jangkar yang menahan derasnya kabar menyesatkan.
“Di era digital, banyak berita beredar yang belum tentu faktual dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Dengan adanya media massa resmi, berita hoaks dapat segera ditangkal,” tutur AKBP Andi.
Ia menegaskan, jurnalisme bukan sekadar menyampaikan kabar, melainkan memastikan setiap informasi memiliki jejak yang jelas. Di sanalah media massa berdiri berbeda dari bisik-bisik liar dunia maya.
“Kalau pemberitaan melalui media massa, sudah pasti jelas asal narasumbernya dari pihak-pihak yang berkompeten,” imbuhnya.
Lebih jauh, Kapolres juga mengingatkan para pemangku kebijakan agar tidak membangun tembok sunyi di hadapan wartawan.
Keterbukaan, menurutnya, adalah kunci untuk meredam spekulasi dan meluruskan isu yang telanjur membias di ruang digital.
“Konfirmasi dari sumber resmi sangat bermanfaat untuk meluruskan berita hoaks yang berkembang liar di platform digital,” tambahnya.
Bagi AKBP Andi, pers bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga pendidik publik. Media diharapkan terus menghadirkan berita yang menyejukkan, mencerahkan, dan menumbuhkan nalar kritis masyarakat, bukan sekadar mengejar sensasi.
Menutup rangkaian acara, Kapolres Mojokerto menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh anggota PWI Mojokerto.
Sebuah harapan pun mengemuka agar pers tetap tegak sebagai penjaga kebenaran, dan terus menyalakan lentera informasi di tengah gelapnya hoaks yang mengintai. (anto)
.









































