SMKN 1 Sooko sekolah kejuruan yang dikenal sebagai “gudang talenta” itu kembali menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tata Kecantikan Kulit dan Rambut tingkat kabupaten/kota Mojokerto

inilahmojokeryo.com – Suasana aula SMKN 1 Sooko, Jalan Raya Basuni, Rabu (11/2/2026), sejak pagi terasa berbeda.

Aroma hairspray dan skincare bercampur dengan ketegangan para peserta. Di sudut lain, lembar desain dan peralatan tata busana tersusun rapi.

Hari itu, sekolah kejuruan yang dikenal sebagai “gudang talenta” itu kembali menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tata Kecantikan Kulit dan Rambut tingkat kabupaten/kota Mojokerto.

Bagi SMKN 1 Sooko, LKS bukan sekadar ajang adu keterampilan. Ini adalah barometer mutu pendidikan vokasi.

“Kalau untuk tingkat provinsi, anak-anak sudah sering menang,” ujar Kurnia, guru yang juga menjabat Humas sekolah, didampingi Endang, pengajar setempat. “Yang belum pernah adalah tampil di tingkat nasional. Itu yang sedang kami kejar.”

Tahun ini, dua nama kembali dipercaya membawa nama sekolah: Yuni Ayunda, siswi kelas XII, di cabang Fashion Teknologi, serta Jadidah Vania Rabbani, kelas XII, di bidang Beauty Therapy.

Keduanya bukan wajah baru. Pada 2025, mereka juga mewakili sekolah di tingkat provinsi—sebuah pengalaman yang menempa mental sekaligus meningkatkan standar performa mereka.

Kompetisi Fashion Teknologi diikuti lima peserta dari SMKN 1 Sooko, SMKN Jatirogo, SMK Baburrahman, dan SMK Thoriqul Ulum. Sementara Beauty Therapy diikuti peserta dari SMKN Pungging, SMK Pemuda, SMK Kutorejo, serta SMKN 1 Sooko.

Ajang ini menjadi tahap seleksi penting untuk menentukan wakil terbaik di level provinsi pada bulan April kemudian bulan Juli untuk.lomba tingkat nasional.

Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, LKS SMK merupakan strategi nasional untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi agar siap kerja dan mampu bersaing di industri.

Kompetensi seperti tata kecantikan dan fashion teknologi termasuk bidang yang terus tumbuh, seiring meningkatnya industri kreatif dan jasa kecantikan di Indonesia yang nilainya mencapai triliunan rupiah per tahun. SMKN 1 Sooko menangkap peluang itu dengan serius.

Sebelum lomba, para peserta mendapat pendampingan intensif. Program khusus penguatan skill diterapkan agar kemampuan teknis dan mental mereka lebih matang.

Latihan dilakukan berulang, mulai dari teknik facial treatment, hair styling, hingga penyusunan konsep busana sesuai tema kompetisi.

“Kompetisi kali ini untuk menjaring pemenang tingkat kabupaten/kota,” tambah Kurnia. “Tapi bagi kami, yang lebih penting adalah prosesnya. Bagaimana anak-anak belajar disiplin, percaya diri, dan siap bersaing.”

Reputasi sebagai langganan juara provinsi bukan datang tiba-tiba. Ia lahir dari kultur latihan, kolaborasi guru, dan keberanian siswa untuk terus mencoba.

Di ruang praktik itulah mimpi-mimpi dirajut, bahwa suatu hari, bukan hanya provinsi, tetapi panggung nasional bahkan internasional bisa mereka taklukkan. Dan dari Sooko, langkah itu terus disiapkan. (kim)

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini