High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemkot Mojokerto menghadirkan Pracangan TPID dan Pengurus Koperasi Merah Putih, Jumat (13/2/206).

inilahmojokerto.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan terdapat 4K sebagai pengendalian inflasi menjelang Ramadan 2026 di Kota Mojokerto. Yakni keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mojokerto di Shaba Mandala Madya, Jalan Gajah Mada Nomer 145, Mergelo, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan penting ini mengusung tema “Optimalisasi Operasi Pasar Melalui Pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih”. Diharapkan mampu menguatkan sinergitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kota Mojokerto. Terkhusus Ramadan 2026 tinggal menghitung hari.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan terdapat 4K sebagai pengendalian inflasi menjelang Ramadan 2026 di Kota Mojokerto. Yakni keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif.

Ia menjelaskan tentang 4K tersebut. Keterjangkauan Harga. Pemerintah Kota Mojokerto melakukan berbagai upaya, pertama, pemantauan harga dan stok harian. Kedua, optimalisasi operasi pasar melalui 31 pracangan TPID dan 18 KKMP dan ketiga adalah optimalisasi sidak pasar.

Pemkot Mojokerto juga ingin memastikan kelancaran distribusi pangan. “Kami memberikan subsidi ongkos angkut atau ongkos kirim bahan pokok untuK mendukung operasi pasar,” terangnya.

Pemkot Mojokerto juga menjaga ketersediaan pasokan. Hal ini agar ketersediaan pangan Kota Mojokerto tidak sampai terjadi kelangkaan. “Pracangan TPID dan KKMP (sebagai
Etalase Pengendalian Inflasi Kota/EPIK) melengkapi legalitas (KBLI) untuk menjadi mitra Bulog sebagai RPK,” terangnya.

K yang keempat adalah komunikasi efektif. Pemkot bersama lintas sektor mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Bulog, TNI, dan Bank Indonesia menyusun langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kota Mojokerto.

“Kami juga terus koordinasi antar stakeholder (BI,BPS,BULOG,FORPIMDA) untuk pengendalian ekspektasi masyarakat. Kami juga selalu menyediakan keterbukaan informasi harga bahan pokok,” pungkasnya.

Warga Kota Mojokerto dapat mengakses link : https://jelita-kotamojokerto.com/harga untuk memantau perkembangan harga terkini bahan kebutuhan pokok penting di Kota Mojokerto. (uyo)

 

11

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini