Apa yang sulit bagi seorang dokter adalah mudah bagi nyamuk.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, putra-putriku, dan saudara-saudaraku. Kalian pernah melihat nyamuk, bukan? Apakah engkau pernah mengamati betapa kecilnya tubuh dan sayap nyamuk itu?

Ia juga mempunyai jarum sangat runcing yang digunakannya untuk menggigit dan menghisap darahmu. Jarum ini begitu kecil yang kadangkala engkau tidak pernah merasakannya ketika nyamuk menggigitmu.

Dapatkah dokter melakukan hal ini? Tidak.

Seorang manusia harus belajar selama sepuluh atau dua belas tahun untuk menjadi seorang dokter. Dia harus belajar bagaimana memberi suntikan dan mengambil darah. Pertama, dia akan meraba dan mencubitmu untuk menemukan urat, dan kemudian saat dia menyuntik kulitmu, ini menyakitkan, dan kadangkala nodanya membekas.

Tetapi apa yang sulit bagi dokter adalah mudah bagi nyamuk. Nyamuk mengetahui secara pasti di mana letak pembuluh darah kapiler. Sebelum ia menusuk dengan jarumnya, terlebih dahulu akan mengeluarkan suara yang tinggi, dan ketika mendengar suaranya, tubuhmu akan menggigil ketakutan, mereka mengetahui ini berarti ciptaan Tuhan yang jahat akan datang.

Ketakutan ini membuat kulitmu menjadi cair seperti lilin, membuat lunak dan tipis. Kemudian jarum nyamuk tersebut dapat berbentuk kecil masuk ke dalam permukaan kulit yang lunak dan menghisap darahmu. Ini sangatlah mudah seperti memasukkan jari ke dalam air.

Apakah engkau mengetahui hal ini? Apakah engkau telah menyadari bahwa dagingmu menjadi lunak sebelum nyamuk menggigitmu? Tidak, kita tidak pernah memperhatikan hal ini, melainkan kulit dan tubuh kitalah yang tahu. Kulit dan tubuh mempunyai rasa takut dan kesadaran.

Hal ini sama dengan kesadaran mata untuk berkedip-kedip secara otomatis ketika terkena debu atau kemasukan serangga kecil di dalamnya. Bagian-bagian badan mengetahui sebelum kita mengetahui.

Cucu-cucuku, nyamuk dapat menghisap darahmu secara halus disebabkan rasa ketakutanmu membuat dagingmu melunak.

Seperti hal ini, hatimu haruslah cair ketika engkau takut melakukan tindakan salah, dan engkau harus mencair dengan perasaan penuh cinta, dengan demikian Tuhan dan Kebenaran dapat dengan mudah memasuki dan membangun hubungan dengan dirimu. Hubungan itu harus dibuat.

Dan apakah suara yang akan mencairkan hatimu? Doa yang tulus dan pencarian kebenaran. Seluruh tubuhmu harus engkau fokuskan kepada-Nya, dan engkau harus mencair laksana lilin. Kesadaran harus selalu ada dalam tubuh, nafas, dan perkataanmu.

Jika engkau berada dalam keadaan ini, kekuatan Allah akan bersatu dengan kebenaran dalam dirimu memasuki dirimu dengan cara alami, dan kemudian Dia dapat dengan mudah menarik ke dalam dirinya doa-doamu yang tulus dan cintamu yang meleleh.

Cucu-cucuku, Tuhan benar-benar tidak seperti nyamuk. Dia tidak datang untuk menghisap darah kita. Dia datang untuk masuk ke hati kita dengan cinta. Tapi jika hati kita seperti batu, cinta Tuhan tidak akan pernah masuk. Tubuh dan kesadaran kita harus mencair dari cinta. Inilah gunanya semua doa.

Kita harus merefleksikan pengertian yang benar dari iman, kesabaran, perasaan kasih serta memberikan hati dan tubuh kita bagi keadaan kesadaran yang tepat. Kita harus mencair dengan cinta, dan selanjutnya Tuhan akan masuk ke dalam hari kita.

Kasihku padamu, anak-anakku yang mulia.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol. 4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini