
inilahmojokerto.com — Aparat Polsek Ngoro, Polres Mojokerto, mengamankan 12 remaja yang diduga hendak melakukan aksi “perang sarung” di sejumlah titik wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026) dini hari.
Para remaja tersebut diamankan saat petugas melaksanakan patroli rutin selama bulan Ramadan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata melalui Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menjelaskan, petugas mendapati sekelompok remaja yang dicurigai akan melakukan perang sarung.
Untuk mencegah potensi gangguan ketertiban, mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Ngoro.
“Kami mendapati sekelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung. Sebanyak 12 remaja langsung kami amankan ke Mapolsek Ngoro untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kompol Heru.
Setelah diamankan, para remaja tersebut didata dan orang tua masing-masing dipanggil ke kantor polisi. Kepada mereka diberikan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya.
Perang sarung adalah aksi tawuran antar remaja yang marak terjadi saat bulan Ramadan, sering dilakukan setelah tarawih atau sahur menggunakan sarung yang diikat ujungnya.
Awalnya merupakan permainan tradisional, kini berubah menjadi tindakan kriminal berbahaya karena sarung sering diisi batu, gir motor, atau benda keras, mengakibatkan luka serius pada korban.
Kompol Heru mengimbau para remaja agar mengisi waktu Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif, seperti mengikuti kegiatan keagamaan di masjid atau aktivitas sosial di lingkungan sekitar.
Selain itu, peran orang tua dinilai penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari selama Ramadan, guna mencegah potensi kenakalan remaja dan menjaga suasana ibadah tetap aman dan kondusif. (kim)









































