
inilahmojokerto.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Mojokerto menggelar pemantauan ketat terhadap harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) di Pasar Rakyat Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/03/2026) pagi.
Kegiatan ini turut melibatkan personel Unit Tipidek Satreskrim, Bulog, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan, serta Kepala Pasar setempat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Whirdan mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan bapokting terpantau dalam kondisi aman. Harga sejumlah komoditas juga relatif stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.
“Dari hasil pemantauan langsung, kami mendapati adanya penurunan harga yang cukup signifikan pada harga cabai rawit, dari semula Rp90.000 per kilogram menjadi Rp64.000 per kilogram, disusul dengan harga daging sapi, daging ayam, bawang putih, bawang merah, dan telur ayam ras yang turun sebesar Rp5.000 per kilogram,” terang AKP Aldhino.
Selain penurunan harga pada beberapa bapokting, petugas juga mencatat adanya kenaikan tipis pada harga minyak premium sebesar Rp3.000/L. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketidakstabilan harga di tingkat pemasok.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko, yakni Toko Daging H Is, Toko Pak Masrukan, Toko H Nanang, Toko Bu Ririn, dan Toko P Agus, harga rata-rata bahan pokok tercatat sebagai berikut:
Daging Sapi: Rp110.000/kg
Daging Ayam: Rp38.000/kg
Beras Premium: Rp14.700 – Rp14.900/kg
Beras SPHP & Curah: Rp.12.000/kg
Minyak premium: Rp22.000/L
Minyakita: Rp15.400 – Rp15.700/L
Tepung Terigu: Rp8.000/kg
Kedelai: Rp18.000/kg
Gula Pasir: Rp17.500/kg
Telur Ayam Ras: Rp29.000/kg
Bawang Merah & Putih: Rp30.000/kg
Cabai Merah Besar: Rp35.000/kg
Cabai Rawit: Rp64.000/kg
Lebih lanjut, Satgas Pangan Polres Mojokerto akan terus memastikan pengawasan terhadap stabilitas harga dan mencegah adanya praktik penimbunan. Bahkan juga berencana melakukan intervensi langsung ke tingkat pemasok guna menelusuri penyebab kenaikan harga pada komoditas tertentu.
“Kami lakukan sosialisasi melalui pembagian selebaran terkait informasi Harga Acuan Penjualan (HAP) di area pasar sebagai bentuk edukasi kepada para pedagang untuk tetap mematuhi harga penjualan agar sesuai HET serta memastikan keterbukaan informasi bagi masyarakat,” ungkap AKP Aldhino. (uyo)









































