Beruang-beruang gunung dapat ke luar dari gua-gua mereka, tetapi manusia tidak dapat melakukannya.

inilahmojokerto.com – Cucuku, hari ini marilah kita pergi ke gunung. Mari kita mendaki karang yang tinggi itu! Apakah engkau mendengar suara yang datang dari gua? Kedengarannya seperti banyak orang yang berbicara dengan bahasa berbeda.

Dengarkan semua bunyi yang menggema itu. Datanglah, dan ikuti aku. Janganlah takut! Mari kita pergi dan melihat siapa yang ada di gua itu?

Oh, itu adalah beruang dengan anak-anaknya! Dengarlah ekspresi kegembiraan mereka yang diucapkan lewat bahasanya. Dari kejauhan, mereka layaknya seperti manusia, bukan? Sekarang mereka keluar dari gua, masih berbicara dengan bahagia. Kita tidak mengerti apa yang mereka katakan, tapi kedengarannya sangat menyenangkan.

Mari kita lihat mereka untuk beberapa saat. Lihat bagaimana ibunya berguling-guling dengan anak-anaknya dan lihat bagaimana mereka melompat dan bergelayut pada ibunya? Itulah cara mereka bermain.

Cucu-cucuku, ada banyak manusia beruang di dunia yang hidup di gua ilusi. Ketika mereka berbicara di dalam gua, nada dan irama suaranya membuat mereka terdengar seperti manusia, tetapi kata-katanya bukanlah kata-kata kebajikan, kebenaran, cinta, Tuhan, kesadaran, atau kesatuan, dan perbuatan mereka bukanlah perbuatan manusia sejati.

Mereka menerkam orang lain dengan jalan apa pun yang mereka senangi. Mereka tidak memiliki aturan, nilai-nilai, kerendahan hati, ketulusan, ketetapan, dan ketakutan berbuat dosa yang dimiliki manusia sejati.

Manusia beruang akan berusaha keras mencarimu dan akan melukaimu. Beruang gunung tidak seperti itu. Mereka tidak menganalisa sebelum mereka berbuat. Jika salah satu dari beruang gunung itu mengejarmu, engkau dengan mudah dapat melarikan diri dengan memanjat pohon.

Tetapi ketika manusia beruang memutuskan untuk mengejarmu, engkau tidak akan pernah dapat menghindarinya, tak peduli di mana pun engkau berusaha untuk mencari tempat perlindungan. Dia akan membalas dendam sampai engkau mati.

Beruang manusia yang tinggal di gua ilusi lebih buruk dari beruang mana pun yang hidup di gua pegunungan. Beruang gunung dapat ke luar dari gua, tetapi manusia tidak dapat. Dia terjerat dalam tubuh ilusinya seperti hewan yang dikerangkeng. Beruang gunung cukup kuat untuk menerkam dan mengoyak-koyak, dan juga menyantapmu. Tetapi manusia beruang lebih dapat melukaimu, dia mempunyai kekuatan enam puluh empat orang.

Dia terdiri dari empat ratus triliun, sepuluh ribu macam sifat, energi, atau sakti, dan bervirus. Masing-masing dari mereka seperti mulut yang dapat mencabik-cabikmu dan menyantapmu, jadi engkau harus berhati-hati. Manusia beruang sungguh berbahaya. Jangan mempercayai kata-katanya atau penampakannya. Jangan melibatkan diri dengannya. Dan jangan biarkan dia menangkapmu!

Engkau harus berusaha lari dari beruang kecongkakan, karma, ilusi, kebodohan, dan egoisme aku. Beruang yang paling buruk dari semua beruang adalah seorang yang mengatakan, “Tiada yang lebih besar dariku!” dia tidak pernah melepaskan seseorang.

Engkau harus menjauh darinya. Jangan berpikiran bodoh bahwa mereka adalah manusia hanya karena mereka dapat bercakap-cakap. Ingat bahwa beruang di gua terdengar seperti manusia dari jarak jauh. Jangan buang waktumu untuk mendengarkan cerita mereka. Dalam setiap kejadian engkau harus hati-hati. Ingat, mereka adalah beruang!

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Beruang manusia sungguh-sungguh terdengar seperti manusia, tetapi engkau tidak harus berpikir seperti itu. Beruang adalah beruang.

Engkau harus mempertimbangkannya dengan kebajikanmu dan berbuat hati-hati dalam hidupmu! Inilah satu hal yang sangat penting. Kasihku untukmu, cucu-cucuku.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini