Meskipun ikan ini penuh dengan aliran listrik, ia dapat hidup di air tanpa tersetrum oleh dirinya sendiri.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, anak-anakku. Tuhan telah membuat berjuta-juta makhluk yang hidup di lautan. Apakah engkau pernah pergi ke dasar lautan dan melihat mereka? Marilah kita pergi bersama-sama dan melihatnya!

Betapa indahnya makhluk Tuhan itu! Mereka menampakkan begitu banyak perbedaan, bentuk, warna, dan penampilan. Sebagian ikan tampak seperti bunga, dan yang lain bahkan lebih indah dari manusia. Yang satu lebih menakjubkan dari yang lain.

Lihatlah ikan yang memiliki ekor tajam dan tebal. Ini adalah ikan listrik. Aliran listrik yang ada pada ekornya lebih kuat daripada aliran listrik yang berkekuatan 500 watt. Ketika ekor ini menyentuh ikan lain, aliran listrik akan menyebar ke tubuh mereka, melumpuhkan atau bahkan membunuhnya. Sehingga banyak ikan menangkap ikan lain untuk dimakan, tapi tidak untuk menangkap ikan listrik.

Tuhan menciptakan ikan ini begitu kuat. Tapi ikan listrik ini menggunakan kekuatannya dengan cara yang sangat halus, sehingga ia tidak berbahaya bagi makhluk hidup yang lain kecuali jika mereka menyentuh ikan listrik ini secara langsung.

Ikan listrik ini terbuat dari lima unsur yang sama dengan manusia. Tubuhnya terdiri dari darah dan air seperti kita. Tapi ia mengandung aliran listrik yang sangat besar. Aliran listrik ini sangat berbeda dengan apa yang pernah kita lihat sebelumnya. Yaitu, jika aliran listrik ini menyentuh kita di dalam air atau dengan baja, maka ia akan mengejutkan kita.

Tetapi tidak pada ikan ini, ia bahkan bisa hidup di air tanpa tersengat oleh aliran listriknya sendiri. Betapa manakjubkan ciptaan Tuhan ini!

Cucu-cucuku, kasihku padamu. Tuhan juga telah menempatkan jenis kekuatan khusus di dalam diri manusia. Kekuatan ini muncul dari kearifan dan mengada dengan suatu cara yang sangat rahasia. Ia terdapat pada nafas manusia, kearifannya, dan sifat-sifat Tuhan yang ada di dalam dirinya.

Jika manusia membangun hubungan dengan kekuatan kearifan ini dan mengembangkannya, dia akan mampu untuk meneliti dengan cermat setiap hal yang dia temui, kemudian walaupun tubuhnya terbuat dari 5 unsur, tidak terdapat suatu ilusi dari lautan kehidupan yang akan membahayakan dirinya.

Jika dia menggunakan kekuatan secara benar, 400 triliun, 10 ribu bahaya yang datang untuk melukainya akan menerima pukulan pada saat mereka menyentuhnya. Tak satu pun yang mampu untuk menangkapnya; tidak ilusi, kegelapan, kelambanan, setan, iblis, atau hantu. Tak satu pun dari kejahatan atau sifat-sifat binatang ini akan membahayakannya.

Kekuatan Tuhan yang seperti ini, kearifan-Nya adalah seperti itu, dan sifat-sifat serta tindakan Tuhan adalah sama dengan hal tersebut. Jika tindakan manusia dan tugas-tugasnya dilaksanakan dengan menggunakan kearifan, maka dia akan mempertajam kearifan tersebut untuk menangkal kesulitan. Tapi pertama-tama dia harus menghasilkan kekuatan ini dalam dirinya.

Cucu-cucuku, kekuatan Tuhan sama dengan kekuatan listrik. Kearifan-Nya, cinta, dan kasih-Nya adalah seperti aliran listrik. Jika kita menghubungkan diri pada kekuatan ini dan membuat kekuatan itu berguna bagi diri kita, kita juga akan memiliki kekuatan yang besar.

Dan kita harus menggunakan kekuatan itu dengan benar, seperti yang dilakukan ikan listrik. Bumi, air, dan segala apa pun tidak akan dapat membahayakan kita; apa pun yang menyentuh kita akan menerima kejutan listrik dan segera pergi. Apa pun bentuk bahaya tersebut yang mendekati kita, akan takut dan akhir dari bahaya itu. Kekuatan di dalam hati kita akan melindungi kita.

Kasihku padamu. Renungkanlah hal ini! Dzat Yang memberi listrik pada ikan ini, juga memberikan hal yang sama kepada manusia sebuah kekuatan menakjubkan. Tapi manusia tidak menggunakannya dengan benar. Dia telah kehilangan kontak dengan kekuatan dan keindahan yang ada di dalam dirinya, dan bahkan sebaliknya, dia melihat dunia luar dengan pandangannya sendiri.

“Ini bagus! Itu bagus!” Tapi segala sesuatu yang dia lihat dengan pandangannya sendiri akhirnya akan membunuhnya. Karena hubungannya dengan unsur-unsur ini, yakni listrik dunia, akan menyetrumnya, mengangkatnya, lalu melemparkannya.

Manusia hanya belajar tentang kekuatan listrik yang ada di dunia. Dia tidak pernah menganggap bahwa kekuatan yang dia miliki berasal dari pemberian Tuhan. Ikan listrik menggunakan kekuatan alamnya, yang berasal dari Tuhan, tetapi manusia berenang dalam samudera ilusi, yang mempercayai bentuk-bentuk artifisial, oleh karena itu dia mengalami penderitaan.

Hanya jika manusia dapat membuat kontak dengan kekuatan kearifan sejati, dia akan maju dengan pesat. Dia akan mendapatkan apa pun makanan yang dia perlukan dan hidup dengan bahagia. Betapa bahagianya orang hidup seperti ini.

Kasihku padamu cucu-cucuku. Renungkanlah dan gunakanlah kekuatan alam dari kearifan Tuhan. Maka tidak akan ada bahaya sedikit pun yang mendatangimu. Apa pun yang datang melukaimu akan dikejutkan oleh kekuatan tersebut dan meninggalkanmu. Kasihku padamu.

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Semoga rahmat dan berkah Allah swt. dilimpahkan kepada kalian semua.

Mahabesar Allah Yang menolong kita. Semoga Dzat dan kasih-Nya tidak terbatas dan cinta-Nya yang tak dapat dibandingkan melindungi dan menjaga kita. Amin.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini