Tidak masalah di mana hujan turun, air itu akan mengalir ke dataran rendah dan berkumpul dalam lembah-lembah bumi, membentuk kolam.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, saudara-saudaraku, putra-putriku, mari kita melihat sebuah kolam. Tidak masalah di mana pun hujan turun, air (hujan) akan mengalir ke dataran rendah dan berkumpul dalam lembah-lembah bumi, membentuk kolam.

Demikian juga, rahmat Tuhan memenuhi kolam hati. Sebuah lembah yang alami terbentuk di dalam hati kita pada saat kita diciptakan. Kolam ini terbentuk dari keimanan kepada Tuhan yang diwariskan orangtua atau “nenek-moyang” kita dan dari keterikatan mereka dengan sifat-sifat dan tindakan-tindakan-Nya. Air segar dari karunia Tuhan, rahmat-Nya, berkumpul dalam lembah alami ini dan kemudian menjadi bermanfaat bagi semua kehidupan.

Akan tetapi, cucu-cucuku, sekalipun engkau mempunyai lembah alami ini, tapi engkau masih membutuhkan naungan petunjuk dari seorang yang arif, seorang syekh sejati, seorang bapak yang dapat mengajarimu bagaimana untuk terus menampung persediaan air segar ini. Dan karena suatu alasan engkau tidak mempunyai lembah itu, dia akan menunjukkan kepadamu bagaimana membuatnya.

Dia akan menjelaskan di mana tanah lapang yang cocok untuk membangun sebuah kolam. Dan dia akan memilih tempat di mana sudah ada dataran tinggi di kedua sisinya dan memulai lembah itu di tengah. Kemudian sang bapak akan mengajarimu bagaimana membangun dinding-dinding penyangga untuk menampung air.

Dengan apa semestinya dinding-dinding kolam itu dibangun? Dengan keyakinan, kepastian, dan ketetapan hati yang dikenal sebagai iman, dengan ikhtiar, kewaspadaan sempurna, konsentrasi, dan sifat-sifat Tuhan. Bahan-bahan tersebut akan membuat dinding-dinding kolam hati itu kuat.

Engkau harus membangun kolam dengan petunjuk Tuhan. Engkau harus membangun kolam ini dalam hati dengan air rahmat Tuhan yang berkumpul di sana ketika rahmat dari keadilan-Nya, rahmat dari sifat-sifat, tindakan, dan tugas-tugas-Nya, rahmat dari pengetahuan Ilahi atau ‘ilm, sungai madu dan sungai susu masuk mengalir di dalamnya. Kolam itu harus kuat untuk menampung air segar.

“Anak-anakku,” syekh akan memperingatkanmu, “Jika engkau tidak membangun dinding-dinding itu dan memperkuat kolammu, maka badai, topan, banjir atau tanah longsor, akan memorak-porandakannya!”

Dan ketika kekuatan-kekuatan tersebut datang menyerangmu, syekh akan memusatkan tatapannya kepadamu sembari berkata, “Engkau harus memiliki ketetapan hati! Engkau harus berdiri tegak! Tambahkan cinta dan kasih-Nya untuk memperkuat dinding-dinding kolam. Semua pertanggungjawaban mesti dipersembahkan kepada Dzat Yang bertanggung jawab. Perkuatlah sifat-sifat baikmu. Badai sedang mendekat, perkuatlah kolammu!”

Dinding-dinding kolam hatimu akan tergoncang ketika badai dari lima unsur, gelombang-gelombang ilusi, gelegak hawa nafsu, dan hasutan pikiranmu datang untuk menyerangmu. Keamanan kolam hatimu akan terancam oleh sikap egoisme, kecemburuan, iri hati, balas dendam, perilaku-perilaku jahat, pembunuhan, keragu-raguan, kedengkian, kemunafikan, pencurian, nafsu, kebohongan, dan banyak sikap jahat lainnya.

Setiap orang dari sifat-sifat setan akan datang menyerang jiwamu, kebenaranmu, keyakinanmu kepada Tuhan dan rahmat-Nya, dan susu kearifan yang terjaga, atau gnanam-mu. Syekh akan mengusir kejahatan-kejahatan tersebut untuk menyelamatkan kebaikan agar tidak rusak.

Dia akan melindungimu pada masa-masa yang membahayakan itu, karena dirinya mengetahui bahwa hal-hal yang dapat menghancurkanmu sedang mendekatimu begitu cepat. Dia akan memarahi dorongan-dorongan pikiran dan nafsumu, ikatan-ikatan darahmu, serta hubungan-hubungan seagama, ras dan kekeluargaanmu.

Pada saat demikian mungkin terlihat bahwa bapak kearifanmu [syekh] sedang menyakitimu. Syekh mungkin kelihatan bersikap keras padamu, dia mungkin menghukummu dengan kearifan, tetapi tidak sedang menyakitimu. Dia sedang menghancurkan kekuatan-kekuatan yang berusaha merusakmu.

Pada mulanya tindakan-tindakan syekh mungkin menyebabkanmu terluka, tetapi jika engkau tetap bertahan maka engkau akan melihat bahwa tindakan-tindakan syekh inilah yang terbaik.

Jika engkau tetap bersabar, kemudian sesaat engkau menengok ke belakang, engkau akan melihat hal-hal yang akan membunuhmu terbaring mati di sekelilingmu. Engkau akan melihat bangkai-bangkai anjing, kucing, singa, dan beruang yang datang untuk membunuhmu. Engkau akan melihat para iblis, hantu, dan semua kejahatan yang berbahaya datang untuk menghancurkan kelahiranmu yang mulia.

Jika engkau melamunkan salah satu sifat buruk itu, mereka akan menghancurkanmu. Inilah alasan mengapa engkau harus mempunyai keyakinan, kepastian, dan ketetapan hati kepada syekh dan Tuhan. Inilah alasan mengapa engkau harus bertanggung jawab kepada syekhmu.

Dialah yang memaksamu membangun kolam itu untuk melindungi kehidupanmu, jiwamu, kewajiban-kewajibanmu, dan tindakan-tindakanmu, untuk mencegah mereka agar tidak hancur dan berantakan. Kearifan pasti meleburkan batu dan tanah dan membuatnya padat. Dan ketika kearifan menghajarmu, setiap bagian dirimu harus teguh dalam kesabaran, keridhaan, keimanan kepada Tuhan, dan bersyukur kepada Tuhan dengan sabur, syukur, tawakkul dan memanjatkan alhamdulillah.

Segera setelah engkau merasakan sakit, engkau harus berpaling pada keyakinan, kepastian, dan ketetapan hati tersebut. Hanya dengan inilah engkau akan memiliki kekuatan untuk menghadapi goncangan.

Tetapi, jika engkau menangis, “Itu menyakitkan!” dan lari menjauh dari kekayaan kolam hatimu, dari kekayaan pertolongan orang lain, maka syekh akan berkata kepadamu, “Jika engkau memiliki kearifan, engkau akan kembali. Tetapi, jika kebodohan menguasaimu, engkau akan meninggalkan dan tak pernah kembali lagi.”

Demikianlah yang akan dikatakan syekh kepadamu. Jika engkau berdiri kokoh, engkau akan bersama syekh, dan Tuhan akan bersamamu, dan Tuhan akan bersama kalian berdua. Kolam hatimu akan berada dalam limpahan kasih sayang dan susu dari gnanam yang dapat memberimu hidup, menghilangkan dahaga, dan menghilangkan rasa lapar dalam jiwa, kehidupan, perut, karma, dan khayalan mereka.

Engkau akan mengetahui bagaimana menghalau semua kejahatan dan hanya mengambil hal yang baik saja. Engkau akan menjadi “anak” Tuhan, hidup dalam kerajaan-Nya dengan sifat-sifat-Nya. Di dalam dunia jiwa, di dunia ini, dalam kerajaan Tuhan, engkau akan menjadi “anak”-Nya, hidup dengan khazanah-Nya. Inilah alasannya, anak-anakku terkasih, bahwa syekh membangun kolam penuh kasih kebajikan, dari gnanam dalam hatimu.

Segala hal yang akan menyerang dan berusaha menghancurkan hatimu akan dihancurkan oleh panah kearifan syekh. Anak panah itu harus memasuki hatimu guna menghancurkan hal-hal yang hendak menyerangmu.

Anak panah itu mungkin tampak sedang menusuk hatimu, tetapi sifat-sifat jahat itulah yang sedang dibunuhnya. Anak panah itu tidak akan pernah membunuhmu. Anak panah itu mungkin menyerempetmu pada saat meluncur, tetapi ia hanya membunuh musuhmu dan musuh Tuhan.

Jangan berpikir ada permusuhan antara dirimu dan bapakmu [syekh]. Bapakmu [Syekh] hanya akan membinasakan kejahatan yang memisahkanmu dari Tuhan. Dia sedang berusaha untuk menyelamatkan kesatuan itu.

Cucu-cucuku, kalian harus merenungkan tentang hal ini dan membangun sebuah kolam kearifan agar setiap orang dapat meminum berkahnya, memuaskan dahaga mereka, dan menghilangkan kotoran mereka. Barangsiapa yang melakukan ini akan mencapai khazanah Tuhan yang membawa kedamaian pada jiwa.

Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Semoga Tuhan membantumu untuk memperkuat kolam hatimu. Amin.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.1
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini