Di tanah gersang ini, Tuhan menciptakan pohon kurma sebagai persediaan makanan bagi orang-orang gurun.

inilahmojokerto.com – Cucu-cucuku, maukah engkau datang kepadaku? Hari ini kita akan berkunjung ke negara Arab di mana gurun pasir tanpa batas dan panasnya sungguh luar biasa. Orang yang tinggal di sana niscaya sangat sulit.

Ada saat ketika tak satu pun dapat tumbuh dan makanan menjadi langka. Tapi mereka tak pernah takut. Bagaimana juga, mereka harus selalu berusaha untuk bertahan hidup. Cara hidup ini adalah normal bagi orang-orang yang tinggal di negara gurun dan telah berlangsung berabad-abad.

Allah menyediakan tempat untuk hidup dan makanan kepada makluk hidup. Bahkan di tanah yang kering, Dia menciptakan pohon kurma sebagai persediaan makanan bagi orang-orang gurun.

Kemarilah, cucuku, dan lihatlah pohon ini secara dekat! Ada sekitar lima ratus sampai seribu kurma terkumpul pada satu dahan. Lihatlah, alangkah indahnya mereka? Kulitnya seperti kaca, berkilauan dan mengkilap.

Ada angin panas yang berhembus di gurun, yang disebut angin api. Angin ini mematangkan dan memaniskan buah kurma yang keras. Kemudian, jika engkau memerasnya, mereka dapat menghasilkan jus. Seperti susu sapi. Tapi, terlebih dulu angin api itu bertiup dan mematangkan kurma.

Sejak kedatangan Nabi Besar Muhammad saw., orang-orang Badui ini telah bertahan hidup dengan makanan yang sangat sedikit. Kurma itu dapat bertahan lama untuk makanan mereka. Mereka sangat bergantung pada kurma ketika melakukan perjalanan jauh dan menggunakannya sebagai makanan untuk berbuka puasa.

Jus kurmanya seperti madu. Mereka mengoleskannya pada roti dan menggunakannya untuk memaniskan susu onta, yang sebenarnya sangatlah asin.

Tuhan juga menyediakan orang gurun dengan pohon buah zaitun yang berbunga indah. Seperti pohon kurma, mereka dapat bertahan hidup pada cuaca seperti itu dan menghasilkan buah. Tapi buah zaitun yang tidak matang sangat pahit dan butuh dimatangkan dalam air garam sebelum dimakan.

Jadi, di daerah yang sukar sekali ditemukan makanan, kurma memberikan makanan yang lezat bagi orang Badui. Seorang manusia dapat berkata, “Alhamdulillah! Segala puji bagi Allah!” dan bertahan hidup lama hanya dengan air dan kurma.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Tak ada Pencipta dan Pelindung selain Allah. Tak ada suatu atom yang bergerak tanpa perintah-Nya. Dia menciptakan manusia, Dia menciptakan pohon kurma untuk manusia, dan bahkan Dia menciptakan angin panas untuk mematangkan kurma. Tak ada siapa pun kecuali Allah Yang dapat melakukan semua itu.

Engkau dan aku harus menyadari bahwa ada juga buah tertentu di hati kita yang juga harus matang. Angin panas kekuatan Allah, pasti menyentuh kita. Sama seperti pohon kurma yang tumbuh di gurun pasir, iman, dan sifat-sifat Allah pasti tumbuh di gurun hidup kita.

Jika kita tumbuh sampai mencapai usia 40 tahun, selanjutnya angin kearifan dan ‘ilm Allah, angin rahmat-Nya, serta angin cahaya-Nya, Nur akan bertiup, dan hal itu akan mematangkan keyakinan kita, kalbu kita.

Dengan kematangan tersebut, hati itu sendiri akan menjadi sebuah kaca indah, dan ketika engkau melihat melalui kaca itu engkau akan melihat madu dari rahmat Allah dan cinta yang mengalir empat kali dari hatimu. Sekali air madu itu mengalir, hidupmu semakin tenang dan segar.

Keindahan dan kecerahan itu akan datang padamu, dan setiap orang dapat mengambil air madu itu. Semua orang yang minum bahkan hanya satu tetes pun akan mengalami ketenangan dan kedamaian. Dan ketika engkau mencapai gurun lapar, tua, sakit, dan mati, makanan Tuhan akan berada di sisimu untuk melindungimu. Tak peduli di mana dirimu, sekalipun engkau minum setetes madu ini, kelelahanmu akan berakhir.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Seperti halnya pohon kurma yang tumbuh di gurun pasir, akar kepercayaan, ketetapan, dan kepastian hati harus tumbuh di dalam kehidupan kita. Dan pengetahuan kita tentang ‘ilm Tuhan harus tumbuh bersama kita, berbuah, dan melahirkan buah kearifan.

Renungkanlah ini, cucuku. Engkau harus tumbuh dengan sifat-sifat-Nya ini. Engkau harus hidup dengan keyakinan dan ketetapan, yang dinamakan iman. Jika engkau melakukannya, engkau akan mampu menolong orang lain dan membawa ketenangan dalam hatinya.

Jika engkau menjadi pohon kurma dari rahmat Allah bagi seluruh kehidupan [kemudian lapar yang diderita mereka dapat hilang dan kesulitan mereka menjadi mudah], engkau harus menyadarinya dan harus menumbuhkan keadaan ini dalam dirimu sendiri. Hal ini akan bermanfaat bagimu dan bagi semua kehidupan. Amin. Allah pasti menolong kita.

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini