
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Lihatlah gundukan besar yang dibangun oleh rayap ini. Lihatlah, betapa tinggi gundukan ini! Rayap-rayap membangun rumah ini dengan hati-hati sehingga menjadikan lingkungan yang sehat bagi koloninya.
Rumah ini mempunyai sistem pertukaran udara yang menyebabkan udara bisa masuk dan keluar. Rumah ini juga membiarkan sinar matahari masuk, tapi bisa menahan air hujan.
Rayap-rayap berpikir bahwa rumahnya dapat bertahan lama, tapi rumah itu pasti akan rusak. Api dapat dengan mudah melewati sistem pertukaran udara yang telah mereka bangun dengan cerdiknya. Serangga atau binatang lainnya dapat dengan mudah masuk gundukan itu dan memakan anak-anaknya.
Atau manusia mungkin memutuskan untuk menggarap tempat itu dan membajak rumah mereka, merusak semua koloni. Tak peduli bagaimana cerdiknya rayap telah membangun rumahnya, segala sesuatunya dapat terjadi dengan mudah. Tidakkah demikian? Kita harus memikirkan ini.
Cucu-cucuku, manusia juga melakukan banyak hal besar dan hebat dalam hidupnya. Dia membangun istana yang tinggi dan berpikir akan bertahan lama. Tapi dia tidak pernah tenang. Setidaknya seekor rayap hidup dengan senang sampai rumahnya rusak.
Tapi, meskipun manusia membangun sebuah istana yang luas dan menguasai seluruh dunia, dia tidak dapat hidup di sana dengan damai. Kerusakan akan selalu datang padanya melalui dirinya sendiri atau orang lain.
Jadi apakah gunanya membangun istana seperti itu? Ia tidak akan bertahan lama. Ia tidak lebih bertahan daripada gundukan yang dibuat rayap. Manusia perlu memahami ini dan membangun rumah yang tidak dapat rusak, sebuah rumah bagi jiwanya.
Dengan keyakinan mutlak, penentuan, dan ketentuan iman yang utuh, dirinya harus membangun fondasi sifat Tuhan dalam dirinya sendiri. Dengan fondasi ketetapan tersebut dia harus membangun istana doa yang terus-menerus di mana Tuhan kita, akan datang dan tinggal.
Kita harus memikirkan ini, cucuku. Tak ada rumah yang dibangun di dunia ini yang selamanya bagus. Kecuali jika kita membangun sebuah rumah gnanam, rumah bijak yang dibangun dengan rahmat, di mana di dalamnya jiwa dan hidup kita tidak akan pernah rusak. Kita harus membangun rumah bagus itu, suatu rumah yang bercahaya, di mana kita dapat menemukan ketenangan dan kedamaian dalam hidup.
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Dengan cinta-Nya, ketentuan-Nya, sifat, kearifan, dan dengan pertolongan-Nya, engkau harus berusaha membangun rumah kebajikan dan cahaya. Cobalah! Ini akan baik untuk hidupmu. Semoga Tuhan menolong kita. Amin.
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen







































