Pemkot Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan dua tahun Prabowo-Gibran, sekaligus memperkuat persatuan dan sinergi.

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan sinergi antarlembaga dalam membangun bangsa.

Doa kebangsaan berlangsung di Masjid Darul Amanah, Balai Kota Mojokerto, Selasa (20/10/2026), dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Doddy Munandar, serta jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan unsur masyarakat.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon kedamaian bangsa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui doa ini, kita bermunajat bersama demi kedamaian bangsa dan negara. Kalau semua rukun dan bergotong royong, insyaallah kita yang bertugas di daerah juga akan lebih nyaman dalam menjalankan tugas masing-masing,” ujarnya.

Ning Ita juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Mojokerto, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga peningkatan layanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan Kota Mojokerto tercatat mencapai 6,05 persen, melampaui capaian provinsi maupun nasional, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara di bidang kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan selama tujuh tahun. Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga disebut telah melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan.

Adapun program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 82 persen sasaran di Kota Mojokerto, meliputi anak-anak, ibu hamil, balita, dan lansia. Program tersebut didukung 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah kota.

Ning Ita turut menyoroti upaya swasembada beras nasional dan pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan serta kemandirian energi. Menurutnya, informasi mengenai capaian pembangunan perlu disampaikan secara berimbang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan ruang publik tetap kondusif.

Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Kita semua adalah pelayan masyarakat, abdi bangsa, dan abdi negara. Kalau semua tugas dijalankan dengan kekompakan dan kegotongroyongan, insyaallah akan lebih mudah menuju satu tujuan, yaitu demi masyarakat Kota Mojokerto,” tegasnya.

Senada, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Doddy Munandar menegaskan bahwa persatuan dan kerukunan merupakan fondasi penting dalam menjaga kekuatan bangsa. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, lanjutnya, membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semoga melalui doa kebangsaan ini, kita dapat mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Ketua PCNU Kota Mojokerto KH Muhammad Shodikin Marzuqan, serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar Gus Abdul Hamid.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong terus terjaga sebagai landasan mewujudkan keamanan dan pembangunan yang berkelanjutan.

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini