Kapolsek Pungging menyerahkan 20 lembar asbes ukuran 1 x 2,5 meter dan bingkisan sembako diserahkan langsung.

inilahmojokerto.com – Belum lama ini, angin puting beliung merobek ketenangan Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Sunarko (±60), seorang tukang becak yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kayuhan pedal dan belas kasihan penumpang.

Atap rumah Sunarko jebol. Asbes beterbangan, menyisakan lubang besar yang tak hanya membuka langit, tapi juga membuka kecemasan: bagaimana memperbaiki rumah sementara penghasilan nyaris tak ada? Becaknya tetap terparkir di sudut rumah, lebih sering menunggu penumpang daripada berjalan.

Perangkat desa setempat melapor ke Bhabinkamtibmas. Tak lama, informasi tersebut diteruskan kepada Kapolsek Pungging. Responsnya cepat.

Rabu (4/2/2026) pukul 10.30 WIB, Kapolsek Pungging AKP Selimat, S.H., M.H. bersama para kanit, anggota Polsek Pungging, Bhabinkamtibmas Desa Balongmasin, didampingi Kepala Dusun Manukan, Puguh, mendatangi rumah sederhana Sunarko di Dusun Manukan RT 001 RW 005.

Kedatangan mereka bukan dengan tangan kosong. Sebanyak 20 lembar asbes ukuran 1 x 2,5 meter dan bingkisan sembako diserahkan langsung.

Bantuan yang mungkin tampak sederhana, namun bagi Sunarko terasa seperti nafas panjang setelah lama menahan sesak.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek Pungging dan jajaran,” ucap Sunarko dengan suara pelan, matanya berkaca-kaca. “Pekerjaan saya sebagai tukang becak sekarang sepi, hampir tidak ada penumpang. Saya tidak punya penghasilan untuk memperbaiki atap rumah yang rusak akibat puting beliung.”

Di tengah cuaca yang tak menentu dan ekonomi yang juga tak ramah, bantuan itu menjadi penopang harapan. Bukan hanya soal asbes dan sembako, tetapi tentang rasa dukanya tidak ditinggalkan oleh Polsek Pungging.

Bagi jajaran Polsek Pungging, kegiatan ini adalah bagian dari kehadiran negara di tengah warganya, saat bencana datang, empati harus lebih dulu tiba.

Sementara bagi Sunarko, hari itu menjadi pengingat bahwa di balik kayuhan becak yang semakin berat, masih ada tangan-tangan yang mau menguatkan.

Angin boleh merusak atap rumahnya, tetapi kepedulian Polsek Pungging membuatnya tetap bisa berteduh dari sengatan panas matahari dan guyuran air hujan. (anto)
.

6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini