Sebuah rumah yang roboh dan seratusan lebih rumah lain di tujuh dusun di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto rusak setelah diterjang angin puting beliung, Senin kemarin (19/11/2018).

IM.com – Angin puting beliung mengamuk di sejumlah daerah di Jawa Timur hingga merusak sedikitnya 1.068 rumah hanya dalam kurun sebulan, November 2018. Puting beliung yang memporak porandakan setidaknya 173 rumah di tujuh dusun di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin kemarin (19/11/2018) menjadi salah satu kejadian paling parah.

Pemprov Jatim mencatat, sebanyak 1.068 rumah yang rusak karena tersapu angin kencang dan puting beliung berada di 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Level kerusakannya mulai ringan, sedang hingga tak sedikit yang rusak berat.

Angin juga merusak gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. Serta mengakibatkan sbuah mobil rusak berat di Kabupaten Kediri

Selain kerugian materiil, angin puting beliung juga mengakibatkan dua orang meninggal di Kabupaten Kediri dan Sidoarjo.


Dari puluhan kejadian, kerusakan terparah akibat terjangan puting beliung barangkali terjadi dua desa di Kecamatan Jetis, Mojokerto, Senin kemarin (19/11/2018). Sebanyak 173 rumah di tujuh dusun di dua desa tersebut mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Salah satu daerah yang menjadi sasaran puting beling adalah Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. Puluhan rumah warga rusak dan beberapa pohon langsung tumbang hanya dalam kurun lima menit puting beliung itu menerjang sekitar pukul 15.00 WIB.

Usai kejadian, Dusun Ngaglik langsung gelap gulita karena listrik padam. Sebab, kabel PLN penghantar arus listrik di dusun itu menjuntai ke bawah akibat tertimpa pohon.

Selain Ngaglik, dusun yang juga mengalami diterjang puting beliung adalah Dusun Kuwangen, Desa Sidorejo, serta Dusun Gondang, Sidolegi, Sidoduwur, Sidokare dan Parengan yang terletak di Desa Parengan.

Warga nampak berhamburan keluar rumah dan bergotong royong memotong pohon yang tumbang dengan menggunakan alat sederhana seperti gergaji dan parang. Sebagian warga lain membereskan reruntuhan genteng yang jatuh ke dalam rumah.

“Anginnya kencang sekali dan berputar-putar dari timur ke barat lalu ke timur lagi. Tak hanya angin kencang, hujan juga sangat deras,” ujar Siti Rodiyah, warga Dusun Ngaglik RT 2.

Perempuan yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di Dusun Ngaglik ini menceritakan, sebelum angin kencang, Dusun Ngaglik lebih dulu dinaungi awan gelap. Tak hanya itu, petir juga beberapa kali menyambar dengan suara yang menggelegar.

Warga Dusun Ngaglik lain, Uripah (42) mengisahkan, puting beliung diawali dengan hujan gerimis sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama kemudian, intensitas hujan bertambah disertai angin kencang.

“Angin kencang datangnya dari arah selatan, suaranya bergemuruh,” kata ibu satu anak ini, Senin (19/11/2018).

Kerusakan akibat terjangan puting beliung di dua Desa di Jetis merupakan terparah kedua. Daerah yang mengalami kerusakan paling banyak dan parah usai dilanda angin kencang dan putting beliung adalah Sidoarjo pada hari yang sama.

Sedikitnya 440 rumah di lima desa di dua kecamatan, Balongbendo dan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo porak poranda. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Namun data berbeda dirilis BPBD Sidoarjo. Tercatat ada 372 rumah rusak berada di Desa Kajeksan, 22 rumah di Desa Kepunten, 26 rumah di Desa Kemantren, 11 rumah di Grinting, 8 rumah di Grabagan, 7 rumah di Singopadu, dan 1 rumah di Kepadangan adalah yang tercatat berada di wilayah Kecamatan Tulangan.

Atas kejadian di Jetis, Mojokerto dan daerah lain, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap bencana. Khususnya bagi masyarakat yang memang tinggal di sekitar daerah potensi bencana di masing-masing kabupaten/kota.

Soekarwo juga mengimbau pemerintah daerah siaga karena cuaca dapat berubah sewaktu waktu. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini berharap semua jajaran pemerintah, mulai bupati/wali kota, dibantu camat dan kepala desa/lurah melaporkan semua kejadian bencana.

“Sampai di tingkat Kepala Desa dan lurah supaya melakukan langkah deteksi dini potensi bencana di daerah masing-masing,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo.

Ia menyebutkan, salah satu kesiagaan yang harus dilakukan adalah menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat sebelum terjadinya bencana. Tujuannya untuk meminimalisir jumlah kerusakan dan korban jiwa.

“Besarnya kebutuhan itu supaya dikoordinasikan dengan pihak kecamatan, selanjutnya dilaporkan kepada bupati dan wali kota supaya bisa segera disiapkan,” katanya. (sun/im)

Daerah dan jumlah rumah rusak yang dilanda angin kencang dan puting beliung di Jawa Timur:

1. Kabupaten Sidoarjo:

457 rumah rusak di 8 desa

2. Kabupaten Mojokerto:

173 rumah rusak di 2 desa

3. Kabupaten Gresik:

1 papan reklame roboh dan 1 pohon tumbang menutup 80 persen Jalan Raya Metatu

4. Kabupaten Madiun:

7 rumah rusak

5. Kabupaten Magetan:

2 rumah rusak

6. Kabupaten Nganjuk:

9 rumah rusak

7. Kabupaten Kediri:

1 tower milik Infokom roboh, 1 mobil rusak berat, 1 orang meninggal dan satu luka ringan

8. Kabupaten Probolinggo:

148 rumah rusak

9. Kabupaten Situbondo:

269 rumah rusak

10. Kota Malang:

Gedung FEB Universitas Brawijaya rusak

11. Kota Batu:

1 ruko dan 3 rumah rusak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here