inilahmojokerto.com — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah utama menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kota.
Ajakan tersebut disampaikan mengingat luas wilayah Kota Mojokerto yang relatif kecil, hanya sekitar 20 kilometer persegi.
Wali kota menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Partisipasi aktif warga, khususnya di tingkat rumah tangga, menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah perkotaan.
“Kota Mojokerto ini kecil, maka ayo kita jaga bersama. Bagaimana kita memaksimalkan peran rumah tangga dalam memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Ika.
Ia mencontohkan pengelolaan sampah di Jepang, di mana masyarakat telah terbiasa memilah sampah hingga belasan kategori.
Namun, menurutnya, masyarakat Mojokerto tidak perlu melakukan hal serumit itu. Cukup dengan memilah sampah ke dalam tiga hingga empat kategori, dampaknya sudah sangat signifikan.
“Kalau sampah organik dan anorganik sudah terpilah dari rumah, saya yakin tidak akan ada lagi bau sampah dan lingkungan menjadi lebih berkualitas,” tegasnya.
Ika menjelaskan, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sementara sampah anorganik dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun TPS 3R untuk dipilah kembali.
Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi telah difasilitasi melalui kerja sama dengan pihak ketiga, rekosistem, sehingga dapat memberikan manfaat finansial bagi masyarakat.
“Dengan sistem ini, yang masuk ke TPA hanyalah sampah anorganik yang benar-benar tidak bernilai ekonomi,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, Ika memastikan pengelolaan sampah di Kota Mojokerto telah didukung fasilitas yang memadai, mulai dari 30 depo sampah, 10 TPS, tiga TPS 3R, hingga satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Selain pemilahan sampah, ia juga mengimbau warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin serta berani saling mengingatkan jika menemukan pembuangan sampah sembarangan.
“Gotong royong menumbuhkan rasa memiliki. Lingkungan bersih dimulai dari kesadaran bersama,” pungkasnya. (kim)









































