Kapolres Mojokerto, Dr (C) Andi Yudha Pranata SH SIK MSi, memimpin langsung kegiatan silaturahmi bersama perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam PMII, HMI, GMNI, dan IMM.

inilahmojokerto.com – Aroma kopi menguar pelan di kafe SSS di selatan Mapolsek Pacet, Sabtu (14/2/2026).

Di antara gelas-gelas hangat dan percakapan yang mengalir, terbangun sebuah ruang temu yang sederhana namun sarat makna: dialog antara aparat kepolisian dan mahasiswa.

Kapolres Mojokerto, Dr (C) Andi Yudha Pranata SH SIK MSi, memimpin langsung kegiatan silaturahmi bersama perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam PMII, HMI, GMNI, dan IMM.

Delapan mahasiswa hadir, membawa identitas organisasi sekaligus semangat intelektual yang menyala.

Didampingi Kapolsek Pacet, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, dan Kasat Reskrim, Kapolres duduk sejajar dengan para mahasiswa.

Tak ada sekat meja panjang atau jarak protokoler yang kaku. Yang ada hanyalah percakapan yang tumbuh perlahan, seperti uap kopi yang menghangatkan suasana.

Dialog berlangsung terbuka. Isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Mojokerto menjadi bahasan utama.

Namun pembicaraan tak berhenti pada data dan angka. Ia menjalar pada peran generasi muda dalam merawat persatuan, menjaga nalar kritis tanpa kehilangan etika, serta memastikan perbedaan tetap berada dalam bingkai kebangsaan.

Kapolres menegaskan bahwa kepolisian membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi mahasiswa.

Baginya, mahasiswa bukan sekadar objek pengamanan, melainkan mitra strategis dalam menjaga stabilitas daerah. Sinergi, katanya, tak bisa dibangun hanya lewat instruksi, tetapi melalui dialog yang setara dan berkelanjutan.

Di sisi lain, para mahasiswa menyampaikan apresiasi atas keterbukaan tersebut. Mereka melihat forum semacam ini sebagai jembatan penting antara kampus dan institusi negara.

Bagi mereka, keamanan bukan semata urusan aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang menuntut partisipasi aktif masyarakat, termasuk kalangan akademisi.

Ngopi bareng itu mungkin tampak sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, terselip ikhtiar merawat kepercayaan.

Di lereng Pacet yang sejuk, percakapan menjadi cara lain menjaga ketertiban, bukan dengan sirene atau patroli, melainkan dengan saling mendengar.

Sebab kamtibmas yang kondusif tak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang hangat antara aparat dan generasi penerus bangsa.

Di meja kopi itulah, sinergi diseduh perlahan, agar tetap terasa kuat dan tidak mudah menguap. (anto)
.

24

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini