
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Apakah engkau mengetahui nama-nama tujuh benua di dunia? Tujuh benua itu adalah Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, Asia, Eropa, dan Antartika.
Benua di timur dinamakan benua Asia. Benua di barat dinamakan Eropa dan Amerika. Di selatan ada benua Australia dan Afrika, yang selainnya adalah benua Antartika. Ada tujuh benua besar.
Haruskah kita mengunjungi Afrika? Di sini ada Nabi Adam dan Hawa a.s., yang pertama kali hidup dan melahirkan dua puluh satu pasangan kembar. Pada awalnya Adam hidup dalam bentuk cahaya, kesempurnaan, dan kemuliaan. Tetapi setan iri dengan hadirnya Adam, dan setan merecokinya.
Kecemburuan setan merasukinya dan mengubah keadaan sempurnanya. Ada kegoncangan dan ketidaksempurnaan di tempat yang tinggi itu. Lantas Adam dibujuk (oleh setan) agar memakan buah terlarang. Bentuk dan sifatnya berubah, dan Adam telah kehilangan kemampuan untuk menggunakan kebajikan dari bentuk asli cahayanya.
Karena kesalahannya, Adam dilempar ke luar surga menuju bumi. Selama enam ratus tahun Adam bersemedi, dan akhirnya diampuni oleh Tuhan.
Tuhan kemudian memberi Adam makin banyak kejernihan dan kebajikan dan menunjukkan kepadanya hubungan yang ada antara dirinya dengan Tuhan. Setelah mengajari Adam, Tuhan terus mengajari manusia melalui para rasul, nabi, cahaya-Nya, dan [wali] quthb-Nya.
Adam memahami betul kesalahannya dan menaklukkan dirinya sendiri, namun banyak anaknya terpisah dengan Tuhan dan mengarungi dunia ini dengan caranya sendiri.
Mereka berpencar ke seluruh permukaan bumi ini, menuju hutan, gunung es, dan dasar lautan. Ke mana pun mereka pergi, anak Adam melihat-lihat dan belajar dari binatang dan makhluk lain di lingkungannya. Mereka menyaksikan apa yang dilakukan binatang dan mengadopsi sifat-sifatnya.
Kemudian manusia mempelajari suara yang mereka dengar, dan selanjutnya suara itu dikembangkan ke dalam pembicaraan. Lantas mereka mulai menggambarkan segala yang mereka lihat, baik pohon, semak-semak, burung, makhluk bersayap, gajah, kucing, dan tikus.
Pertama mereka berpikir tentang pohon atau burung dan kemudian membuat sebuah gambar yang menunjukkan pikirannya kepada orang lain. Apa yang bermula sebagai gambar lambatlaun berubah menjadi huruf dan itulah cara tulisan ditemukan.
Kebanyakan manusia belajar sendiri dengan melihat dan meniru hewan-hewan. Manusia juga meniru cara mereka makan. Dia mengamati hewan saat membunuh dan memangsa satu sama lain, dan dia mulai membunuh dan memangsa satu sama lain. Inilah awal dari kanibalisme.
Cucu-cucuku, kalian akan heran bila melihat sebagian peristiwa di masa-masa lalu terjadi di Afrika.
Tetapi, bersamaan dengan waktu yang berlalu, manusia sedikit demi sedikit berubah. Dia mempelajari cara membunuh dan memakan burung dan binatang-binatang lain ketimbang membunuh dan memakan manusia.
Tetapi dia masih tidak mengetahui cara menggunakan kedua tangannya. Namun dia menggunakan giginya untuk mengerat daging mentah mangsanya, sebagaimana yang dilakukan binatang lain. Kemudian dia melihat kera makan dengan tangan, dan menirukannya.
Meskipun anak-anak Adam adalah manusia dan hanya memiliki dua kaki, mereka tidak berjalan tegak, melainkan membungkuk dengan empat kaki. Setelah itu mereka mulai berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka masih berperawakan seperti kera.
Mereka mulai memperagakan sifat-sifat dan senda-gurau seperti kera. Mereka melompat dari pohon ke pohon, dan ketika dia melompat, dia mempelajari bagaimana cabang-cabang pohon itu membengkok. Hal itu memberinya ide untuk membuat busur dan panah. Waktu itu mereka sudah menggunakan batu sebagai senjata primitif.
Setelah itu, dengan melihat alam, manusia menemukan api dan mulai memasak makanan bukannya dia memakan makanan mentahan. Pada waktu ini manusia makan dengan menggunakan jarinya, tetapi ketika dia melihat kepiting makan, dia berpikir, “Betapa menakjubkan! Lihat, bagaimana kepiting mencari makanannya dengan cakarnya!” Sehingga dia membuat supit.
Dengan cara ini, dia terus belajar, dengan meniru satu demi satu dari lingkungannya. Inilah cara Tuhan membantu manusia untuk berkembang. Sebagian manusia berubah dan berkembang, dan yang lainnya bertahan di hutan dan melanjutkan hidup seperti hewan. Setiap kelompok orang berkembang dengan cara yang sesuai dengan lingkungan tempat dia hidup.
Seratus juta tahun setelah Adam, populasi manusia kian bertambah pesat. Manusia telah menyebar dan menuju tempat yang berbeda-beda untuk membangun kota dan desa, kemudian raja memerintah rakyat. Bagaimana engkau berpikir seseorang bisa menjadi raja?
Seperti harimau meraung, “Akulah raja hutan!” maka manusia yang lebih kuat dari orang lain akan berteriak, “Akulah raja!” Dia memaklumatkan dirinya sebagai penguasa segala makhluk dan memaksa mereka untuk menaatinya.
Sekarang manusia sudah berperadaban. Tetapi apakah yang dilakukan manusia sekarang ini juga bisa disebut beradab?
Dia kembali ke hutan dan membunuh binatang serta orang-orang yang tinggal di sana, mengklaim tanah sebagai miliknya dan memburu orang lain. Sebagaimana manusia menyebar ke seluruh muka bumi, demikian juga mereka melakukan kerusakan. Banyak burung-burung dan binatang-binatang langkah kini telah punah karena ulah manusia.
Seratus juta tahun yang lalu di sini ada burung api yang sangat besar, lebih besar daripada burung apa pun yang hidup sekarang. Dengan cakar raksasanya, burung api mencengkeram gajah yang ada di bawahnya dan mengangkatnya ke pohon.
Di sini juga ada binatang-binatang yang menyemburkan api yang menyerupai buaya. Sekarang semua ciptaan itu telah musnah, tetapi kita masih mendengarkan banyak cerita tentang mereka.
Saat manusia mengembangkan senjata, dia membunuh nyawa yang tak terkirakan jumlahnya. Tetapi kerusakan-kerusakan terbesar terjadi selama ratusan tahun yang lalu.
Dengan pengetahuan dan senjata yang unggul, manusia “beradab” menangkap dan membunuh banyak orang Indian Amerika, Veda, dan orang-orang suku lain, yang memusnahkan bahasa dan merusak budaya mereka. Sekarang ini sedikit sekali ada tempat di mana penduduk asli masih bertahan hidup.
Dalam evolusi setiap spesies di dunia ini, spesies yang kuat menghancurkan spesies lemah. Burung yang kuat menghancurkan burung yang lemah, ikan yang kuat menghancurkan ikan yang lemah, dan manusia yang kuat menghancurkan manusia yang lemah. Mereka yang memiliki kekuatan menghancurkan mereka yang tak memiliki kekuatan.
Manusia merusak atas nama kemajuan dan peradaban. Dia menjual hewan-hewan kepada orang lain, dan kemudian mulai menjual manusia. Manusia dengan senjata yang lebih maju mengejar manusia yang bersenjata primitif dan menjualnya sebagai budak.
Cucu-cucuku, manusia sudah melakukan segala hal atas nama kemajuan. Tetapi jenis kemajuan apa ini?
Manusia tidak maju dalam memperbaiki dirinya, manusia sekarang maju dalam membunuh sesama dan menjarah lahan orang lain. Ketika dia menyebar di muka bumi, dia meninggalkan jalan kebaikan dan melangkah ke jalan kerusakan. Inilah dampak dari apa yang dilakukan manusia beradab pada dunia ini.
Seorang manusia sejati tidak akan melakukan hal-hal demikian. Dia akan menjinakkan makhluk-makhluk buruk mengerikan yang hidup di dalam dirinya.
Dia akan mengendalikan binatang-binatang tersebut karena mereka dapat menelannya dari sisi dalam. Dia akan menghancurkan rimba batin dan memberi peradaban pada dunia pikirannya. Itulah caranya bagaimana manusia dapat berkembang.
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Kita seharusnya tidak mengambil alih dunia ini. Bahkan kita seharusnya mengendalikan setan, iblis, dan hantu yang memerintah dunia kita. Kita seharusnya menghalau pikiran, nafsu, keinginan, nafsu amarah, ilusi, kegelapan, dan karma.
Keburukan-keburukan itulah yang merampas kebebasan kita. Setan dan sifat-sifatnya menumpas kerajaan murni dan kebaikan, yakni kerajaan jiwa, kerajaan Tuhan. Kita harus berjuang untuk merebut kembali kerajaan-kerajaan tersebut. Pikirkan tentang hal ini dan pahamilah apa yang harus engkau kerjakan!
Jangan pernah engkau serahkan kerajaan jiwamu kepada musuhmu! Siapa musuhmu itu? Kesombongan, karma, ilusi, sikap khianat, balas dendam, kebohongan, dan perpecahan antara aku dan engkau akibat empat ratus triliun, sepuluh ribu sifat-sifat buruk.
Nyatakan perang melawan sifat-sifat buruk tersebut, dan kejarlah mereka, serta rebut kembali kerajaan sejatimu. Jadilah ayah bagi semua kehidupan, dan tunjukkan cinta, bantulah mereka, dan bawa mereka ke jalan kebaikan. Inilah kerajaan abadi.
Seseorang yang dapat memperadabkan kerajaan ini tidak akan pernah lagi menjarah kerajaan lain, karena kerajaan keabadian yang terdapat di dalam dirinya mengandung segala hal yang ada dalam alam semesta.
Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk membuatnya beradab.
Tiada kerajaan yang mampu menandingi kerajaan jiwa. Tidak ada yang menyamainya di mana pun jua, ia begitu dalam dan luas. Barangsiapa mampu mengendalikan dan memperadabkan kerajaan ini akan melindungi dan mengawasi semua makhluk.
Baginya dunia luar tidak lain adalah sebuah atom. Dia akan menunjukkan cinta dan kasih kepada semua orang dan semua makhluk. Dia tidak menyakiti siapa pun. Dia hanya akan melindungi, menyenangkan, dan membantu orang lain. Dia akan menjinakkan mereka, memperdayakannya, membawanya ke jalan yang benar, dan memberinya kebajikan.
Cucu-cucuku, kerajaan batin adalah milik-mu; kerajaan lahir menjadi milik semua makhluk lain yang hidup di dalamnya. Untuk menjadi benar-benar beradab, engkau harus memperadabkan kerajaan batinmu. Itulah kerajaan Tuhan kita, kerajaan keanggunan, kebajikan, dan cinta. Evolusi apa yang ada selama ini?
Semoga Tuhan menolongmu. Amin.
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol. 4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen








































