
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, putra-putriku, saudara-saudaraku. Marilah kita berjalan di sekitar kolam. Lihatlah ke arah burung-burung yang beraneka ragam itu. Menurutmu mengapa mereka datang ke mari?
Beberapa burung datang untuk makan, seperti burung pekakak yang bertengger di semak-semak dekat kolam. Ketika mereka melihat ikan, mereka menyelam dan mematuknya. Itulah cara mereka hidup.
Tetapi burung-burung bukan pemakan ikan juga berkumpul di kolam. Apa yang mereka lakukan? Mari melihatnya sebentar. Ah! Mereka mandi.
Lihat bagaimana ia berdiri di air dangkal dan mengepakkan sayapnya? Awalnya mereka menurunkan paruhnya ke air, kemudian mencelupkan kepalanya dan membiarkan air membasahi punggungnya. Burung-burung kecil mandi di kolam yang dangkal dan burung-burung besar mandi di kolam yang dalam. Mereka membersihkan sayap dan tubuhnya dari kotoran.
Cucu-cucuku, seperti ini pula, ada dua jenis manusia di dunia ini, manusia yang membersihkan hati dan hidupnya dan manusia yang memakan setiap sisi dunia untuk memuaskan keakuan mereka.
Orang-orang egois datang ke kolam itu hanya untuk menangkap ikan. Meskipun mereka masuk ke air kebenaran, mereka tidak akan mandi dan membersihkan diri. Meskipun mereka mengenal kearifan, mereka tidak akan menyerapnya.
Meskipun mereka mengenal Tuhan, mereka tidak akan mandi di ketinggian cahaya-Nya. Mereka tidak akan mengambil apa yang mereka butuhkan dari-Nya. Semua kesadaran dan perhatian mereka hanya ditujukan langsung pada pesona dunia.
Orang-orang seperti ini serupa pekakak. Mereka mengerjakan apa yang mereka kehendaki dan mengambil apa yang mereka inginkan. Mereka tidak membersihkan ataupun memurnikan diri. Mereka tidak mencoba menyembuhkan penyakitnya. Meskipun ajaran Allah dan kebenaran begitu dekat kepadanya, mereka hanya menginginkan dunia.
Meskipun kebaikan dan keyakinan dekat kepadanya, mereka hanya menginginkan neraka. Mereka menyantap dunia, kesenangan, dan penyakitnya. Orang-orang egois ini mungkin hidup dekat dengan air yang jernih, di tempat yang penuh kemuliaan, tetapi mereka hanya menginginkan dunia.
Jenis orang yang lain datang untuk membersihkan diri mereka dari kebodohan, betapapun sulitnya mereka untuk menjalani proses ini. Mereka datang dari tempat sangat jauh untuk membersihkan hatinya.
Inilah keadaan di dalam dunia. Sebagian orang yang datang dari tempat mulia hanya menginginkan kejelekan, sedangkan orang lain yang datang dari tempat yang buruk mencari pembersihan dan kebebasan diri.
Jadi, cucu-cucuku, apakah engkau datang dari kota atau hutan atau tempat lain di mana pun, ketika melihat kebenaran, engkau harus memanfaatkannya untuk membersihkan kebodohan dan kesombonganmu.
Dari mana pun engkau berasal, mendekatlah kepada Allah dan mandilah. Celupkan dirimu ke dalam sifat-sifat-Nya dan seraplah sifat-sifat tersebut. Seraplah kebajikan dan raihlah kebebasan.
Engkau harus melakukannya. Ketika engkau melakukannya, maka ini akan mencuci karma kelahiranmu. Anbu. Kasihku padamu, cucuku. Renungkanlah hal ini!
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol. 3
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen







































