Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Kembangringgit Mojokerto terus dikebut. Jembatan ini diharapkan memperkuat akses dan mobilitas warga.

inilahmojokerto.com – Pembangunan Jembatan Beton Garuda Tahap VII di atas Sungai Janjeng, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, terus dikebut. Jembatan sepanjang 8 meter dengan lebar 4 meter ini diproyeksikan memperkuat akses masyarakat dan memperlancar mobilitas warga di wilayah tersebut.

Proses pembangunan berlangsung secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat. Pada Kamis (8/10/2026), pekerjaan difokuskan pada struktur bawah jembatan, mulai dari pemasangan bekisting hingga penataan besi tulangan.

Di lokasi, material bangunan juga terus disiapkan untuk menunjang tahapan konstruksi berikutnya. Aktivitas tersebut berlangsung di sekitar aliran Sungai Janjeng dengan warga dan personel TNI bekerja bersama menyelesaikan bagian konstruksi secara bertahap.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono mengatakan, pembangunan dilakukan mengikuti tahapan teknis yang telah direncanakan.

“Untuk pekerjaan hari ini, personel bersama masyarakat melanjutkan pekerjaan konstruksi, terutama pada bagian struktur bawah jembatan. Pemasangan bekisting dan penyiapan besi tulangan terus dikerjakan, sementara material juga didatangkan secara bertahap,” kata Budiyono.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan jembatan. Semangat gotong royong tidak hanya membantu proses pengerjaan, tetapi juga menjadi bentuk keterlibatan warga dalam pembangunan infrastruktur di desanya.

“Harapannya, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar sehingga jembatan ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses dan aktivitas warga,” ujarnya.

Keberadaan Jembatan Garuda Tahap VII diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kembangringgit dan kawasan sekitarnya. Infrastruktur tersebut nantinya dapat menjadi penghubung yang memudahkan mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Dengan ukuran 8 meter x 4 meter, jembatan ini menjadi bagian dari pembangunan akses penghubung di wilayah desa yang melintasi Sungai Janjeng. Pengerjaan yang kini memasuki tahap struktur bawah menjadi salah satu bagian penting sebelum konstruksi berlanjut ke tahapan berikutnya.

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini