
inilahmojokerto.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Raya Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026) pagi. Seorang pengendara Honda Scoopy meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan truk yang kemudian terdorong kendaraan lain dari belakang.
Korban diketahui bernama Kris Eko Hartono, warga Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kota Mojokerto. Korban dievakuasi ke RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari, setelah mengalami kecelakaan sekitar pukul 09.30 WIB.
Berdasarkan laporan awal Satlantas Polres Mojokerto, kecelakaan bermula saat empat kendaraan melaju searah dari barat ke timur. Urutannya, truk yang belum diketahui identitasnya, Honda Scoopy yang dikendarai korban, truk bernomor polisi S 9427 UT, dan Daihatsu Terios bernopol W 1686 QT..
Sesampainya di lokasi kejadian, truk S 9427 UT diduga kehilangan kendali hingga menabrak Honda Scoopy yang berada tepat di depannya. Benturan tersebut membuat sepeda motor terpental ke sisi kanan, sedangkan korban terjatuh ke sisi kiri.
Pada saat bersamaan, Daihatsu Terios yang melaju di belakang menabrak truk tersebut. Benturan itu mendorong truk ke depan hingga kembali mengenai pengendara Honda Scoopy yang terjatuh.
Rangkaian tabrakan tersebut mengakibatkan Kris Eko Hartono meninggal dunia. Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Jeepsal Putra Pratama, menyebut dalam laporan awal bahwa dugaan penyebab kecelakaan adalah pengemudi truk S 9427 UT kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya.
Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan penanganan tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta mencari saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi pengemudi agar menjaga jarak aman dan memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan. Jarak yang tidak memadai dapat memperbesar risiko tabrakan beruntun, terutama ketika kendaraan di depan mendadak mengalami gangguan kendali.










































