Suasana di salah satu angkringan Jalan Empunala, Kota Mojokerto, yang menjadi sasaran penyerangan gerombolan pemotor bersenjata tajam pada Minggu dini hari (18/10/2026). Tiga orang dilaporkan terluka dalam rangkaian kejadian tersebut.

inilahmojokerto.com – Gerombolan pemotor yang diperkirakan berjumlah 40 orang menyerang sejumlah angkringan di sepanjang Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Minggu (18/10/2026) dini hari. Tiga orang dilaporkan terluka, dua di antaranya mengalami sabetan senjata tajam.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB itu menyasar beberapa titik, mulai dari angkringan di sebelah timur Monumen Kapal hingga kawasan depan pasar burung dan depan Bakso Cak Bagong. Selain menimbulkan korban luka, penyerangan tersebut juga menyebabkan kerusakan barang.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Kevin Ramadhan membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah meminta keterangan para korban untuk mengungkap kronologi dan identitas para pelaku.

“Iya benar. Untuk korban tadi pagi sudah dimintai keterangan oleh anggota,” ujar Kevin saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, para korban bersama rekan-rekannya sudah nongkrong di angkringan di sebelah timur Monumen Kapal sejak sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu malam.

Situasi berubah ketika gerombolan pemotor datang dengan membawa bendera atau spanduk bertuliskan “BALELO” dan “ANTI ANJAL LUTUNG”. Kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang itu kemudian menyerang tiga pemuda yang berada di lokasi.

Dua korban yang mengalami luka sabetan senjata tajam diketahui bernama Muhammad Rico Ramadani (19), warga Desa Kepuhanyar, dan Alfian Tri Ainur Ridho (20), warga Desa Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar. Keduanya disebut merupakan warga perguruan silat.

“Rico Ramadani luka sabetan sajam di kepala bagian belakang. Sedangkan Alfian luka sebetan sajam di kaki kanan serta luka memar,” terang Kevin.

Satu orang lainnya juga dilaporkan terluka. Ketiga korban kemudian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Kamar Medika, Kota Mojokerto.

Menurut Kevin, gerombolan tersebut tidak berhenti setelah menyerang angkringan di dekat Monumen Kapal. Mereka kemudian bergerak ke arah barat menuju angkringan di depan pasar burung dan kembali melakukan penyerangan terhadap penjual angkringan.

Aksi serupa berlanjut di angkringan depan Bakso Cak Bagong, Jalan Empunala. Di dua lokasi tersebut, tidak dilaporkan adanya korban luka. Namun, angkringan dan sepeda motor milik rekan penjaga angkringan mengalami kerusakan.

Polisi juga menerima laporan kehilangan satu unit telepon seluler Samsung A03S milik pegawai angkringan Mbak Fera, dekat kos Nala di kawasan Kelurahan Gunung Gedangan.

“Kerugian ponsel Samsung A03S milik pegawai angkringan,” ungkap Kevin.

Hingga Minggu, polisi masih mendalami rangkaian penyerangan yang terjadi di sejumlah titik Jalan Empunala tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku, mengungkap motif, serta memastikan keterkaitan antara kejadian di masing-masing lokasi.

Keterangan korban dan saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga menganalisis rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk menelusuri pergerakan kelompok pemotor yang diduga terlibat.

“Saat ini kita masih analisa rekaman CCTV,” pungkas Kevin.

251

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini