HEADLINE >> HUKUM & POLITIK >> Pendopo

PDIP, Golkar, PKB Kuasai Jatah Pimpinan Dewan dan Komisi di DPRD Kota Mojokerto

IM.com – Tiga partai besar di DPRD Kota Mojokerto, PDIP, Golkar dan PKB, bakal menguasai kursi pimpinan dewan dan komisi. Tiga nama yang ditetapkan sebagai pimpinan dewan dalam Paripurna DPRD yakni Sunarto (PDIP) sebagai Ketua, Sonny Basoeki Rahardjo (Golkar) dan Junaedi Malik (PKB) untuk menduduki Wakil Ketua DPRD.

Tiga nama tersebut sesuai usulan masing-masing fraksi partainya kemudian ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto, Selasa (10/9/2019). Pengesahan mereka sebagai pimpinan DPRD hanya menunggu surat keputusan dari Gubernur Jawa Timur.

“Penetapan ini secepatnya disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur melalui Walikota Mojokerto untuk disahkan dan diangkat resmi sebagai pimpinan DPRD Kota Mojokerto masa jabatan tahun 2019-2024. Prosedur ini sudah sudah sesuai dengan ketentuan pasal 164 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” demikian Sekretariat DPRD Kota Mojokerto Effendi membacakan rancangan keputusan penetapan pimpinan dewan dalam rapat Paripurna Dewan di Gedung DPRD Kota Mojokerto, Selasa (10/9/2019).

Setelah mendapat persetujuan dari semua anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna, rancangan keputusan itu kemudian ditandatangani oleh pimpinan paripurna DPRD. Rapat paripurna kemudian ditutup oleh pimpinan dengan mengetok palu tiga kali.

Sesungguhnya bukan hanya pimpinan dewan yang sudah ditetapkan. Berhembus kabar, anggota dewan mayoritas dari tiga partai tersebut secara informal juga sudah bagi-bagi jatah kue pimpinan tiga komisi secara informal.

Disebutkan bahwa tiga partai yang menduduki kursi ketua dan wakil ketua (PDIP, Golkar dan PKB), masih mendapat jatah kursi pimpinan komisi. Masing-masing Komisi 1 menjadi jatah PKB, Komisi 2 milik PDIP dan Komisi 3 akan dipimpin legislator dari Golkar. Penetapannya barangkali tinggal menunggu pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Sementara Fraksi PAN dan Demokrat yang lebih sedikit jumlah anggota dewannya, hanya mendapat jatah pimpinan Badan Kehormatan dan Badan Legislasi. Adapun Fraksi gabungan PPP, Gerindra dan PKS sementara ini belum mendapat jatah kursi pimpinan alat kelengkapan dewan.

Yang paling menyedihkan adalah Partai Nasdem yang hanya diwakili satu anggota dewan sempat tidak memperoleh fraksi untuk bernanung. Fraksi gabungan Gerindra, PPP dan PKS tidak mau menerima kehadiran NasDem.

Beruntung, Fraksi Partai Demokrat masih sudi menampung satu-satunya legislator Partai NasDem di DPRD Kota Mojokerto, Indro Tjahjono. (im)

Berita Terkait

Komentar