Polres Mojokerto menyita kendaraan yang diduga dipakai untuk aksi pencurian sapi

IM.com – Polres Mojokerto terus berupaya mengungkap dan memburu komplotan pencuri sapi milik warga yang marak terjadi di Kabupaten Mojokerto. Upaya itu mulai menemui titik terang setelah menangkap 2 pria asal Pasuruan yang dicurigai sebagai anggota komplotan maling.

Dari kedua pria itu, polisi menyita minibus yang dimodifikasi dan parang serta terpal. Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyono mengatakan, kedua pria yang ditangkap berinisial ED dan MK, warga Grati, Kabupaten Pasuruan. Penangkapan ini berawal saat petugas Polsek Kutorejo sedang patroli, Sabtu (10/9-2016) dini hari.

Saat melintas di Jalan Raya Desa Karangdieng, sekitar pukul 01.30 WIB, petugas memergoki sebuah mobil Isuzu Elf bernopol N 7131 D sedang terparkir di tengah sawah, sekitar 100 meter dari jalan raya.

Saat didekati petugas, lanjut Suyono, sopir minibus justru tancap gas kabur dari lokasi. “Minibus berhasil dihentikan di Jalan Raya Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo. Kami lakukan pemeriksaan,” kata Suyono.


Selain menangkap ED dan MK, kata Suyono, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari dalam minibus warna silver itu. Diantaranya, sebilah parang, terpal dengan bercak darah kering yang diduga darah sapi, serta tali tampar. “Bagian dalam minibus juga dimodifikasi, kursi belakang dihilangkan tinggal kursi depan saja. Dugaan kami itu untuk mengangkut sapi hasil curian setelah dipotong,” ungkapnya.

Kecurigaan petugas juga dikuatkan dengan keterangan warga Desa Jatisari, Kecamatan Kutorejo yang berjarak sekitar 1 Km dari tempat minibus terparkir sebelum kabur. Pada waktu yang sama, menurut Suyono, seekor sapi betina milik Buhari dalam kondisi terlepas di kebun bambu. Sementara kandang sapi milik Jamali dalam kondisi terbuka.

“Kemungkinan ada pelaku lain yang akan mengeksekusi sapi warga itu. Namun, mereka kabur saat temannya di minibus ketahuan petugas patroli. Pengakuan ED dan MK saat menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Mojokerto mereka bilang mau mengantar orang sakit dan tersesat,” imbuhnya.

Aksi maling sapi di Kabupaten Mojokerto memang sangat meresahkan. Menurut Suyono, dalam dua minggu terakhir, terjadi empat pencurian sapi di lokasi berbeda. Antara lain di Desa Windurejo dan Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo; Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu; serta di Desa Adisono, Kecamatan Pungging. “Dari empat TKP itu, sapi yang hilang lima ekor,” terangnya.

Suyono menduga, pencurian sapi di empat TKP itu dilakukan oleh komplotan yang sama. Pasalnya, modus pencurian sama, yakni sapi hasil curian dimutilasi di tengah kebun atau sawah tak jauh dari rumah korban. “Sapi dipotong untuk diambil bagian paha yang memang banyak dagingnya. Sementara bagian kepala dan perut ditinggal di lokasi,” pungkasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here