Pengadaan kain seragam sekolah mulai jenjang SD - SMA akan dibagikan gratis hingga 1,5 bulan menjelang tahun ajaran baru, proses lelang tak kunjung selesai.

IM.com – Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menjanjikan pengadaan kain seragam sekolah gratis untuk siswa jenjang SD hingga SMA negeri dan swasta akan dibagikan paling lambat November nanti.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Sunardi mengatakan, saat ini proses lelang ulang (retender) telah rampung. Pengadaan kain seragam sekolah gratis itu dibagi ke dalam dua paket, yakni untuk SD dan SMP senilai Rp 2,124 miliar dan SMA/SMK Rp 1,719 miliar yang bersumber dari APBD TA 2016. “Proses retender sudah selesai, Oktober nanti barang sudah datang. Paling lambat November kami bagikan ke siswa,” kata Sunardi, Rabu (28/9).

Sunardi menjelaskan, kain seragam sekolah gratis ini terdiri dari tiga item, yakni seragam nasional berupa merah-putih untuk murid SD, hijau-putih untuk murid MI, putih-biru untuk siswa SMP dan MTs, dan putih-abu-abu untuk siswa SMA/SMK sederajat. Sedangkan dua item lainnya berupa seragam khas warna oranye dan seragam Pramuka. “Karena warna oranye menjadi warna khas Kota Mojokerto,” ujarnya.

Akibat molornya proses lelang, menurut Sunardi, kain seragam sekolah yang seharusnya dibagikan kepada siswa pada awal tahun ajaran baru 2016-2017, sampai saat ini belum terealisasi. Namun, dia memastikan paling lambat November nanti kain seragam tersebut akan dibagikan ke 67 SD, 12 SMP, dan 12 SMA/SMK baik negeri maupun swasta di Kota Mojokerto.

Hanya saja, seragam dibagikan dalam bentuk lembaran kain. Sehingga siswa harus menjahitkan sendiri. “Kain seragam gratis khusus untuk peserta didik baru. Karena terlambat proses pengadaan, maka saat ini siswa diminta memakai seragam yang dimiliki asal bersih dan rapi,” ungkapnya.

Kebijakan pemberian seragam gratis ini, kata Sunardi, untuk meringankan beban warga Kota Mojokerto dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak. Pihaknya berharap tak ada lagi alasan dari warga Kota Onde-onde enggan menyekolahkan anaknya karena terbentur biaya.
“Program ini aspirasi dari masyarakat juga, dulu tahun ajaran baru pernah barengan dengan Idul Fitri, satu sisi harus biaya sekolah, itu sangat memberatkan masyarakat,” terangnya.

Program seragam sekolah gratis ini, tambah Sunardi, juga akan diterapkan untuk tahun-tahun selanjutnya. “Evaluasi untuk tahun depan kalau anggaran sudah disahkan supaya langsung lelang, sebelum PPDB (penerimaan peserta Didik baru) selesai harus sudah ada pemenang lelang. Sehingga seragam bisa dibagikan tepat akan memulai tahun ajaran baru,” pungkasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here