Apel kebangsaan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan diikuti dari Kodim 0815 dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Kabupaten dan Kota Mojokerto serta segenap masyarakat Mojokerto

IM.com – Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika itulah tema apel Nusantara Bersatu di Lapangan Raden Wijaya Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Rabu (30/11-2016) pagi.

Apel kebangsaan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan diikuti dari Kodim 0815 dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Kabupaten dan Kota Mojokerto serta segenap masyarakat Mojokerto itu dipimpin Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, SIP. Dan dibuka dengan lagu Indonesia Raya dilanjutkan persembahan tari Remo.

Walikota Mojokerto Drs. KH. Mas’ud Yunus pun malakukan orasi kebangsaan. “Pagi ini kita berkumpul untuk Nusantara Bersatu, mari kita pekikkan kata Merdeka,” ajak Walikota. Perbedaan-perbedaan yang ada di negara kata Walikota, bisa kita disatupadukan dengan adanya Pancasila sebagai dasar, ideologi dan falsafah hidup Bangsa Indonesia.

“NKRI harga mati, kita harus bersatu menegakkan NKRI. Siapapun orangnya bila tidak mau pada Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika silahkan keluar dari NKRI,” tegasnya.


Sebelum orasi kebangsaan Bupati Mojokerto H. Mustofa Kamal Pasa SE para peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Berkibarlah Benderaku.

Sementara dalam orasi kebangsaan Bupati Mojokerto menyebut Bhinneka Tunggal Ika lahir pada zaman Mojopahit yang merupakan toleransi bagi umat Hindu dan Budha. Sebagai warga Mojokerto harus bangga dengan Kerajaan Mojopahit yang bisa menyatukan berbagai perbedaan. “Dengan Bhinneka Tunggal Ika mari kita satukan NKRI. Kita harus waspada karena ada beberapa negara asing yang berusaha merusak dan memecah belah NKRI,” ucapnya.

Kembali acara selingi lagu Gebyar-Gebyar dan Merah Putih lalu dilanjutkan orasi perwakilan tokoh agama Kota Mojokerto. Mereka mengataka proklamasi NKRI merupakan puncak perjuangan Bangsa Indonesia, seiring dengan perkembangan tuntutan global akan menimbulkan ekses negatif salah satunya krisis Ideologi.

Rasa nasionalisme semakin berkurang karena masyarakat lebih mementingkan kelompoknya masing-masing. Kita harus mempertahankan 4 pilar kenegaraan (4 Konsesnsus Berbangsa dan Bernegara) yaitu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Persembahan lagu Garuda Pancasila dilanjutkan orasi dari perwakilan tokoh masyarakat Kabupaten Mojokerto yang mengajak wujudkan dan tegakkan bangsa Indonesia dengan 4 pilar kenegaraan yang telah ditentukan dan bersifat mutlak tidak boleh dipisahkan-pisahkan. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa saat ini agak tercabik-cabik. Kita harus sanggup dan mau memperjuangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Persembahan Lagu Nusantara dan Puisi Kebangsaan oleh Pelajar dan Budayawan dilanjutkan persembahan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Bhinneka Tunggal Ika dan Satu Nusa Satu Bangsa kemudian ditutup pembacaan Do’a bersama oleh tokoh lintas agama.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekitar 5.278 orang diantaranya Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, S.IP, Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto, Sekda Kabupaten dan Kota Mojokerto, para Komandan atau Kepala Bapras Jajaran Rem 082/CPYJ, Anggota Polri dari Polres Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota, Pimpinan Ormas Keagamaan (MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, FKUB, PDGI), Prajurit TNI dan PNS dari Korem 082/CPYJ, Kodim 0815 dan Bapras jajaran Rem 082/CPYJ, PNS Kab/Kota Mojokerto, Toga, Tomas, Ormas Kepemudaan, para Budayawan, Musisi, anggota Persit KCK, pelajar dan elemen masyarakat lainnya. (dim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here