Petugas dan relawan membantu warga yang rumahnya terendam banjir akibat sungai Lamong meluap untuk i mengungsi

IM.com – Meluapnya Sungai Lamong kembali membuat dua desa di Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto terendam banjir, Kamis (2/2/2017). Banjir setinggi satu meter itu merendam 138 rumah penduduk serta 75 hektare taman padi dan tebu. Akibatnya, 200 warga terpaksa mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mohammad Zaini mengatakan, banjir merendam Dusun Balong dan Ngarus di Desa Banyulegi serta Dusun Klanting di Desa Pulorejo. Menurut dia, kondisi terparah terjadi di Dusun Balong, dimana ketinggian air mencapai 1,2 meter.

Sementara di Dusun Klanting dan Ngarus, ketinggian air sekitar 75 cm.”Di Dusun Balong ada 78 rumah yang terendam banjir, Dusun Ngarus 35 rumah, Dusun Klanting 25 rumah,” kata Zaini kepada detikcom di lokasi.

Zaini menjelaskan, air mulai masuk ke pemukiman padat penduduk sekitar pukul 04.00 Wib. Menurut dia, banjir kali ini akibat meluapnya Sungai Lamong, anak Sungai Bengawan Solo. Pendangkalan dan penyempitan Sungai Lamong membuatnya tak mampu menampung air kiriman dari wilayah Solo (Jawa Tengah) dan Bojonegoro.


“Di sini (Banyulegi dan Pulorejo) Sungai Lamong tidak ada tanggulnya, diperparah sedimentasi membuat sungai dangkal. lebar sungai tinggal 15 meter dari sebelumnya 20 meter, kedalaman dulu 7 meter sekarang hanya 4 meter,” terangnya.

Banjir kali ini, lanjut Zaini, merupakan yang terparah di tahun 2017. Ketinggian air yang merendam pemukiman, membuat warga di dua desa tersebut tak bisa beraktivitas. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

“Seluruh warga yang rumahnya terdampak sudah mengungsi karena tak bisa beraktivitas, totalnya 200 orang yang mengungsi,” ungkapnya.

Untuk membantu kebutuhan pokok para korban banjir, kata Zaini, pihaknya telah membuka sebuah dapur umum di Dusun Balong. Pelbagai logistik mulai dari makanan cepat saji, sembako, sabun, hingga kebutuhan bayi telah didatangkan di lokasi bencana.

“Dapur umum kami gunakan untuk menyiapkan makan para korban banjir, kemudian kami distribusikan ke para korban,” cetusnya.

Hingga pukul 13.30 WIB, banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Dawarblandong itu mulai surut. Ketinggian air di Dusun Balong sekitar 90 cm, sedangkan di Dusun Ngarus dan Klanting masih 75 cm.

Selain merendam ratusan rumah penduduk, banjir juga merendam 75 hektare lahan pertanian warga Desa Pulorejo dan Banyulegi. “Paling banyak kebun tebu seluas 50 hektar, sedangkan tanaman padi 25 hektare,” tandasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here