Saiman (55) memperagakan 14 adegan saat dia membantai pasangan kekasih Komariah (44) dan Ahmad Wiyono (50) di Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto. Tersangka sudah merencanakan matang aksi kejinya itu.

IM.com – Pembunuhan sadis terhadap pasangan kekasih Komariah (44) dan Ahmad Wiyono (50) di Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto ternyata sudah direncanakan matang oleh Saiman (55). Celurit berumur puluhan tahun pun dia siapkan khusus untuk menebas tubuh kedua korbannya.

Saiman lahir di kawasan pedalaman Sampang, Madura 55 tahun silam, tepatnya di Desa Meteng, Kecamatan Omben. Sehari-hari, pria beristri dua ini menjadi tukang becak yang biasa mangkal di Stasiun Semut, Kota Surabaya.

Kabar istrinya, Komariah berpaling ke pria lain Juni lalu, membuat Saiman galau. Bagaimana tidak, ibu dua anak itu masih sah menjadi istrinya meski jarang dia nafkahi, baik lahir maupun batin. Apalagi niat baiknya menegur korban agar tetap setia, tak digubris. Bahkan korban nekat tidur serumah dengan Wiyono, yang konon sudah menikahinya secara siri.

Kondisi itu lah yang menjadi pelecut niat jahat Saiman menghabisi pasangan kekasih paruh baya itu. Senin (21/8) dini hari menjadi momen yang dia pilih untuk menumpahkan amarah yang telah membuncah. Pembantaian yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu siang tadi diperagakan secara detil oleh tersangka.


“Rekonstruksi ini untuk mencocokan keterangan tersangka, sekaligus akan kami gunakan sebagai bukti di persidangan nanti,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso usai memimpin reka ulang di TKP pembunuhan, Rabu (23/8/2017).

Adegan pertama dimulai saat Saiman mendatangi rumah istrinya membawa sebilah celurit yang diselipkan di balik jaket. Celurit itu diakui tersangka dibeli dari temannya tahun 1971 silam. Tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan menendang pintu rumah hingga jebol.

Saat pintu terbuka, kekasih Komariah, Wiyono yang saat itu menginap di rumah korban muncul. Tanpa basa-basi, tersangka menyabetkan celurit ke perut dan dada korban hingga pria asal Desa Modopuro, Mojosari, Mojokerto itu terkapar di halaman rumah.

Setelah itu, Saiman masuk ke dalam rumah Komariah bertemu kedua anak korban, Faizal Romansah (19) dan Taufik Hidayat (23) yang terbangun akibat suara pintu didobrak. Saat itu tersangka melontarkan kalimat ancaman kepada kedua pemuda tersebut. Namun, Saiman memilih menghabisi nyawa Komariah lebih dulu yang sedang tidur di ruang tengah rumah.

“Melihat ibunya dibunuh, kedua anak korban lari ke luar rumah,” ujar Budi.

Puas membantai Komariah dan kekasihnya, Saiman meninggalkan rumah istrinya itu. Di adegan ke 14, tersangka kabur naik ojek yang sudah menunggunya sekitar 50 meter dari rumah korban.

“Hasil rekonstruksi ini sudah sesuai dengan keterangan tersangka di BAP,” tandas Budi. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here