IM.com – Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Mojokerto menggelar Lomba Cipta Menu Masak Ikan. Lomba yang diikuti 18 perwakilan kecamatan dari SMA/MA/SMK itu digelar di Pendopo Maja Tama, pada (4/5-2018). Sebelum pelaksanaan lomba, telah dilaksanakan technical meeting pada (19/4) oleh pengurus Forikan Kabupaten Mojokerto.

“Kegiatan ini sengaja digelar untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi ikan. Aneka menu yang diciptakan para pelajar, tentu sangat menarik. Daya kreatifitas mereka patut diapresiasi sebagai generasi muda bangsa ini. Mengkonsumsi ikan itu sehat dan menguntungkan, maka harus dibiasakan,” ujar Ny. Ipung Kasiadi saat disela-sela mencicipi berbagai menu ikan sajian peserta.

Masih menurut Ny. Ipung, peserta memasak menu dan menyajikannya langsung saat lomba. Seluruh juri akan menilai dari proses memasak, kualitas menu, hingga cara penyajiannya. Dari situlah maka akan dapat ditentukan siapa pemenang dari lomba ini. “Karya anak-anak kita ternyata kreatif dan berdaya ekonomi tinggi,” imbuhnya usai mencicipi menu ikan karya siswa SMAN 1 Bangsal.

Usai proses penjurian, maka ditentukan lima pemenang. Adapun secara berurutan, Juara I diraih SMK Negeri 1 Sooko. Juara II diraih SMAN 1 Bangsal. Juara III diraih SMAN 1 Ngoro. Juara Harapan I diraih SMAN 1 Gedeg dan Juara Harapan II diraih MA Ijtihad Dawar Blandong.


Menurut guru pembimbing SMAN 1 Bangsal, kekurangan yang mengakibatkan siswa binaannya menjadi runner up, terletak pada jenis minuman yang disajikan. Hal itu disampaikan usai menerima kritikan dari salah satu juri. Meski demikian, Dra. Supateni, M.Pd., dan Lutfiah Nur Alifah, S.Pd., tetap sangat bangga dengan prestasi yang diraih dua peserta didiknya.

“Mereka sudah berusaha keras untuk memberikan yang terbaik. Tapi hasil tetap yang menentukan. Setidaknya anak-anak binaan kami sudah berkreasi maksimal. Itu inisiatif dan kreatifitas mereka,” puji Supateni sembari menunjukkan piagam kejuaraannya.

Sementara itu, Lutfiah Nur Alifah didampingi dua siswa bimbingannya menjelaskan menu yang khusus diciptakan. Adalah menu Jeli Patin Sembunyi yang disingkat Jeltin Sunyi, yang mampu menorehkan prestasi.

“Kami sengaja memadukan antara ikan patin dengan jeli. Beberapa kita coba di sekolah, rasanya lezat dan makyuss gitu. Syukurlah kalo hasil kerja keras kita dinilai bagus oleh para juri. Karya ini kami persembahkan buat masyarakat melalui Forikan,” ujar Aldi, sang koki Jeltin Sunyi. (use/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here