Prosesi pemakaman Ardi Kurniawan di Kota keluarga besar Ali Mahrus Jam'ah, Kecamatan Palu Barat.

IM.com – Pihak keluarga akhirnya harus rela jenazah anaknya Ardi Kurniawan dimakamkan di Kota Palu. Jenazah Ardi batal dipulangkan di tanah kelahiran, Kota Batu, Jawa Timur mengingat kondisinya yang sudah tidak memungkinkan apabila dibawa dalam perjalanan jauh.

Merujuk pada kondisi  jenazah Ardi, tim SAR dan Paralayang Sulteng pun memutuskan untuk mengebumikan Ardi di Palu. Jenazah Ardi dikebumikan di makam keluarga besar Ali Mahrus Jam’ah, Kecamatan Palu Barat.

Ketua Paralayang Jatim, Arif Eko Wahyudi mengaku cukup kecewa lantaran jenazah Ardi tidak dapat dipulangkan ke kediamannya di Kota Batu. “Kita sudah berusaha maksimal,” tuturnya.

Yang lebih memilukan, tidak ada pihak keluarga atau pengurus Paralayang Jatim yang mengikuti prosesi pemakamannya pada Rabu (3/10) tersebut.


“Tidak ada. Yang mendampingi mas Gendon Subandoni, pelatih kepala Pelatnas. Pelatihnya Si Gundul,” pungkas Arif.

Permintaan maaf disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi kepada keluarga Ardi Kurniawan. Permohonan maaf itu terkait Menpora yang tidak dapat mengabulkan permintaan orang tua Ardi yang menginginkan agar almarhum bisa dimakamkan di Malang, kampung halamannya.

Menpora menyampaikan, kendala dalam menemukan peti jenazah dan melakukan evakuasi, serta kendala untuk membawa para jenazah keluar dari Palu, menjadi alasan yang utama.

“Tetapi kita tahu bagaimana susahnya di sana mencari peti mati, susahnya melakukan evakuasi, apalagi kemudian pergeseran jenazah keluar Palu,” ujar Imam.

Sementara keberadaan dua atlet Paralayang Jatim lainnya yaitu Reza Cristianto dan Fahmi belum diketahui hingga kini. Mereka diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan hotel Roa-Roa Palu. (Baca: Jenazah Atlet Paralayang Asal Batu Ditemukan Tertimbun Reruntuhan Hotel). (ide/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here