Penembakan di ruangan kerja dua Anggota DPR dari Fraksi Golkar dan Gerindra ternyata sempat menyerempet jilbab yang dikenakan staf ahli.

IM.com – Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka dalam kasus penembakan misterius yang menyasar ruangan dua anggota DPR RI di Gedung Nusantara I lantai 13 dan 16, Senin kemarin. Kedua tersangka yakni IAW dan RMY ditetapkan berdasar hasil penyelidikan dan barang bukti senjata, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Polisi sudah melakukan olah TKP dan peluru yang diamankan polisi setelah diperiksa identik dengan senjata yang dimiliki pelaku,” ujar Karo Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018). Nico menjelaskan, peluru dengan senjata tersebut identik dilakukan berdasarkan uji balistik di Puslabfor Mabes Polri.

Nico menjelaskan barang bukti yang disita dari dua tersangka tersebut masing-masing satu pucuk senjata api jenis Glock 17 warna hitam coklat, tiga kotak peluru ukuran 9×19 mm dan tiga buah magazin. Sedang satu lainnya senjata api merek AKAI kaliber 40 warna hitam, tiga kotak peluru 9×19 mm dan dua buah magazin.

“Pelaku dikenakan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat no 12 tahun 1951, dengan ancaman penjara 20 tahun,” tegas Nico.


Sekadar diketahui, pada Senin (15/10/2018) peluru nyasar itu mengenai ruangan Wenny Warouw anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra di lantai 16 dan ruangan Bambang Heri Purnama anggota DPR Fraksi Partai Golkar lantai 13 Gedung Nusantara I kompleks Parlemen Senayan. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here