Korban PJ (kiri) didampingi sang ibu, Houria Robyn (tengah) dan kuasa hukumnya Tengku Mochtar Djohansyah melapor ke Polrestabes Surabaya karena foto telanjangnya di RSU Dr Soetomo menyebar lewat WhatsApp.

IM.com – Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mendalami kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh tim medis RSU Dr Soetomo terhadap pasien perempuan berinsial PJ (23). Penyidik akan memanggil terlapor, dokter muda B yang diduga menyebarkan foto PJ sedang telanjang saat menjalani diagnose untuk medical record.

PJ merupakan copilot salah satu penerbangan yang menjadi korban laka di Air Mancur Jalan pemuda, pada Rabu (24/10/2018) lalu yang dirawat di RSU Dr Soetomo. Sejauh ini, penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya belum menetapkan tersangka. Kendati sudah memeriksa pelapor dan lima saksi dari rumah sakit.

“Kasus ini masih ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan saksi-saksi. Sampai saat ini dari rumah sakit, sudah ada 5 orang yang diperiksa. Dari korban juga sudah. Semuanya masih saksi, belum ada yang tersangka,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Senin (29/10/2018).

Sudamiran menambahkan, proses pemeriksaan terhadap saksi ini masih terus dilakukan. Hari ini, pihaknya kembali akan memeriksa beberapa saksi dari pihak rumah sakit.


“Iya masih. Hari ini kita lakukan pemeriksaan lagi untuk saksi dari pihak rumah sakit. Setelah itu kami akan melakukan gelar perkara atas kasus,” tuturnya.

Korban PJ melalui pengacaranya, Teuku Mochtar Djohansyah melaporkan  tenaga medis RSU dr Soetomo berinisial B. Dalam laporannya itu, mereka melaporkan tim medis RSU dr Soetomo berinisal B atas perkara pornografi dan ITE.

Djohansyah menyampaikan jika kliennya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Polrestabes Surabaya di Rumah Sakit Siloam Surabaya. Saat diperiksa, Djohansyah, kliennya dalam keadaan sadar penuh karena kondisinya sudah lumayan membaik.

Terkait proses hukum di kepolisian, ia menilai, polisi bergerak sangat cepat dalam hitungan jam. Dia berharap, pihak polisi bisa segera menangani kasus ini dengan profesional.

“Saya apresiasi polisi yang bergerak sangat cepat dan saya respec tsekeluarga dan mengapresiasi. Karena hanya hitungan jam, langsung mendatangi rumah sakit. Kami lapor, tiga jam kemudian polisi langsung ke sana,” katanya.

Dirut RSU Dr Soetomo: Foto Telanjang Pasien Sudah Biasa

Sementara Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Harsono menyangkal salah satu tim medisnya melakukan pelecehan terhadap pasien PJ. Ia menyatakan, pengambilan foto (telanjang) terhadap PJ sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lazim diberlakukan dirumah sakit.

“Selain untuk untuk medical record, foto pasien juga sebagai bahan konsultasi kepada dokter senior sebelum tindakan pengobatan bagi pasien tersebut,” terang dr Harsono, Senin (29/10/2018).

Ia menambahkan bahwa SOP yang diterapkan itu juga telah melalui penilaian dari tim akreditasi rumah sakit dan sudah lama digunakan.

“SOP itu memang sudah ada, jadi dalam grup itu hanya untuk konsultasi terhadap tindakan lanjutan pada pasien. Sehingga tidak ada niatan untuk pelecehan,” katanya.

Mantan kepala dinas kesehatan Jatim itu menjelaskan, satu tim medis berinisial B yang menangani kopilot itu adalah dokter lulusan S1, sehingga pengambilan foto yang diduga tindakan pelecehan itu digunakan untuk konsultasi dengan dokter yang lebih senior.

“Dokter jaga kemarin itu lulusan S1, sehingga dia memfoto pasien tujuannya untuk melaporkan kegiatan yang ditangani, ke dokter seniornya (S2) melalui grup WA tertutup,” jelasnya.

Pihaknya juga menjamin jika foto tersebut tidak akan tersebar ke orang-orang lain diluar dari lingkup grup WhatsApp tersebut.

“Saya jamin foto itu tidak akan tersebar, karena setelah pemeriksaan atau penanganan kasus itu selesai maka seluruh foto yang ada di grup WA itu akan dihapuskan. Dan hal itu sudah ada pada sumpah profesi dokter,” tegasnya. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here