Petugas PMI dibantu kepolisian mengevakuasi jenazah Bambang Priyanto (60) di Perumahan Jabon Estate, Mojoanyar, Mojokerto.

IM.com – Seorang kakek ditemukan tewas di dalam kamar mandi di kompleks perumahan Jabon Estate Jalan Raya Jabon, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/11/2018). Bambang Priyanto (60) pertama kali ditemukan tidak bernyawa dalam posisi tengkurap.

Jasad Priyanto pertama kali ditemukan pada Kamis pagi oleh Eko, tetangga rumah yang ditempati warga Kecamatan Gondang, Mojokerto itu.

Eko menceritakan, saat itu ia curiga rumah dalam keadaan terbuka. Rumah tersebut hanya digunakan untuk tempat singgah dan jarang ditempati. Melihat rumah dalam keadaan terbuka membuat Eko curiga.

“Karena rumah ini jarang ditempati, sebab sang pemilik merupakan pengusaha yang saat ini sedang berada di Bali,” tuturnya. Dari informasi yang dihimpun, Bambang tinggal di rumah menantunya, Yudi di perumahan Jabon Estate.

Eko awalnya tidak menemukan tanda-tanda kejanggalan saat berada di teras rumah tersebut. Namun, setelah menyusuri lebih dalam dan membuka pintu kamar mandi, dia terkejut melihat sesosok laki-laki dalam kondisi tidak sadar.

Laki-laki yang mengunakan sarung dan kaos singlet itu dalam kondisi separuh tangannya berada di dalam air. “Saya lihat ternyata sudah menainggal. Saya pun eminta tolong dan memanggil petugas kepolisian,” kata Eko.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Bambang Eko Sujarwo mengatakan, dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, Priyanto memang sudah lama mengidap penyakit darah tinggi. Menurut Bambang, korban sudah hari ini berada di rumah menantunya, Yudi, untuk menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit di Kota Mojokerto.

“Kata keluarga dia rutin melakukan cuci darah. Pada saat kemarin sempat terkendala administrasi, sehingga hari ini seharusnya korban melakuan pemeriksaan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari menantu korban, agenda cuci darah minggu ini memang dialihkan pada hari Kamis. Hal itu dikarenakan adanya masalah administrasi yang membuat jadwal cuci darah dialihkan.

Petugas pun melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Identifikasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyebab lain terkait kematian kakek 62 tahun itu.

“Yang jelas, meninggalnya itu karena sakit. Kalau tindak kejahatan sepertinya tidak. Karena barang-barang di rumah Bambang Prayitno tidak ada yang rusak atau hilang,” kata AKP Bambang. Namun, pihak kepolisian masih akan melakukan penyidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya Priyanto. (son/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here