Air menggenangi jalan raya di sebelah barat jembatan Patung yang masuk Kecamatan Pungging saat hujan pertama musim ini mengguyur deras kawasan Mojosari, Mojokerto dan sekitarnya, kemarin (6/11/2018)

IM.com – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengingatkan masyarakat, khususnya di sejumlah kawasan pedesaan agar mewaspadai banjir. Berdasar pemetaan BPBD, desa-desa rawan banjir terutama yang berada di sekitar aliran Sungai Sadar yang melewati Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Bangsal.

“Desa-desa di tiga kecamatan ini yang rutin terendam banjir saat hujan karena luapan air Sungai Sadar,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, Rabu (7/11/2018).

Selain di tiga daerah itu, BPBD Mojokerto juga memasukkan Kecamatan Pungging dalam peta kawasan rawan banjir ketika hujan mengguyur. Banjir yang sering melanda sejumlah desa di Kecamatan Pungging berasal dari luberan air dari Sungai Ketok.

“Kalau di Pungging ini karena luberan air dari Sungai Ketok. Ada juga di daerah Kembangsri, Kecamatan Ngoro ini air dari selokan juga sering meluber ke jalan raya,” ujar Zaini.


Ada pula Desa Banyulegi di Kecamatan Dawarbalndong yang juga masuk kategori rawan banjir berdasar pemetaan BPBD. Desa tersebut berada di utara Sungai Brantas, namun dekat dengan cabang aliran Sungai Bengawan Solo.

“Saat volume air (pecahan aliran sungai Bengawan Solo) bertambah, desa ini akan terendam banjir juga,” tandas Zaini.

Hasil pemetaan ini diharapkan bisa menambah kewaspadaan warga di sekitar aliran sungai yang disebutkan tadi. Sehingga dapat mengantisipasi luberan air sungai saat musim hujan.

”Antisipasi bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sungai dari sampah. Kenali juga tanda-tanda peningkatan volume air sungai agar bisa melakukan evakuasi barang-barang di rumah sebelum terjadi banjir,” tutur Zaini. (jan/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here